“Aplikasi SIKAWAN memastikan pendataan lebih akurat. Data yang benar akan membuat program PKK lebih tepat sasaran. Ini perubahan besar yang harus dipahami bersama,” terangnya.
Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar tren, tetapi fondasi yang menentukan arah program PKK ke depan.
Selama pelatihan, para kader mempraktikkan langsung cara login, memindai QR, dan mengisi data keluarga melalui gawai.
Banyak peserta mengaku baru pertama kali melakukan pendataan digital, namun tetap antusias mengikuti seluruh sesi pendalaman materi.
Diskominfo Kota Tasikmalaya menyiapkan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan setiap kelurahan siap menerapkan SIKAWAN PKK tanpa meninggalkan kader yang belum terbiasa menggunakan teknologi.
“Ini proses adaptasi. Tahun ini kami dorong agar seluruh pendataan keluarga di Kota Tasikmalaya lebih efisien dan siap mendukung kebijakan berbasis data,” pungkas Noneng.***