Baca Juga: Eks Penyelidik KPK Soroti Kayu Gelondongan di Banjir Sumatera, Singgung Dugaan Pembalakan Liar
"Tumben sebanyak dan sederas hari ini, sampai-sampai di medsos ramai-ramai menyebutnya gunung menangis," ujarnya.
Ia melanjutkan, "Karena terlihat dari jauh tiba-tiba mengalir dengan deras dari atas bukit."
Dampak pada Lahan Pertanian
Debit air yang turun dari perbukitan menyebabkan sungai meluap dan merendam lahan pertanian. Rijal memperkirakan sekitar tiga hektare sawah warga terdampak akibat aliran deras tersebut.
Hujan yang mengguyur wilayah Sembalun selama dua jam itu, menurut Rijal, diperparah oleh kondisi lingkungan yang kini banyak mengalami Alih Fungsi Lahan.
Baca Juga: Sisi Lain Banjir Bandang Aceh, Pengungsi Pria Pakai Daster demi Hangatkan Diri di Posko Pengungsian
"Menurut analisis saya, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan banjir ini, yaitu intensitas hujan yang sangat tinggi," ujarnya.
Ia kemudian menegaskan, "Serta alih fungsi lahan, baik untuk pembangunan vila maupun perkebunan," tandasnya.
Situasi ini turut memperkuat kekhawatiran bahwa fenomena Gunung Menangis dapat memperbesar risiko Banjir Bandang, terutama di kawasan Lombok Timur yang memiliki catatan panjang bencana serupa.
Baca Juga: Timnas Voli Putri Indonesia Gaspol di Laga Perdana SEA Games 2025, Sikat Malaysia Tiga Set Langsung
Mengingat Banjir Bandang 2012
Pada Maret 2012, wilayah Lombok Timur pernah dilanda Banjir Bandang besar yang memaksa sedikitnya seribu warga mengungsi. Salah satu lokasi terparah adalah Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, yang saat itu mengevakuasi sekitar 700 warga.
Bencana tersebut dipicu luapan Sungai Putik yang membawa material batu dari aliran Gunung Rinjani.
Di kawasan Sembalun, genangan melanda Desa Sembalun Bumbung dan Sembalun Lawang, membuat ratusan warga harus dievakuasi. Sungai yang berhulu di Danau Segara Anak menjadi salah satu sumber luapan terbesar ketika curah hujan ekstrem melanda kawasan tersebut.***