"Distribusi ini diharapkan mampu memperkuat pondasi literasi pelajar sekaligus memperluas wawasan mereka mengenai Toponimi, narasi sejarah, dan nilai-nilai budaya lokal," tutur Agus.
Ia menambahkan, Tasik Pedia hadir sebagai ensiklopedia mini yang menyajikan penjelasan mendalam mengenai sejarah, ekonomi, budaya, tokoh inspiratif, potensi daerah hingga kearifan lokal.
Buku itu disusun oleh tim yang dipimpin Dr. Ahmad Zaki Mubarak bersama akademisi serta praktisi pendidikan, dengan fokus kuat pada dokumentasi sejarah Kota Tasikmalaya.
Baca Juga: Deretan Penerima Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya, Bukti Konsistensi DKKT Merawat Seni Daerah
Sementara itu, Kota Tasik Bertutur mengupas jejak Toponimi, asal-usul nama tempat, lengkap dengan narasi masa lalu dan deretan jalan bersejarah.
Disusun oleh tim penulis di bawah pimpinan Rezza Fauzi Muhammad Fahmi, M.Hum bersama Dian Permana, Kamaludin, Ali Yapi, Ade Yosi, dan Disporabudpar, buku ini diterbitkan oleh CV. Pustaka Turars Press.
"Buku ini menjadi rujukan penting bagi siapa pun yang ingin memahami struktur ruang, sejarah budaya, dan identitas Kota Tasikmalaya," katanya.***