TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Setelah dilakukan pencarian intensif selama tiga hari, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad Muhammad Zaidan Al-Fatih (6), bocah asal Padayungan RT 07/RW 01, Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus air pada Jumat sore, 2 Januari 2026.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tasikmalaya, Dudu, mengatakan jasad korban ditemukan pada Minggu pagi, 4 Januari 2026, sekitar pukul 08.30 WIB di kawasan Curug Ojo Sungai Cikalang, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang.
“Saat ditemukan, jasad korban tersangkut di tumpukan karung di aliran sungai, dengan jarak kurang lebih enam kilometer dari lokasi awal korban terpleset,” ujar Dudu.
Baca Juga: Tiga Hari Pencarian, Muhammad Zaidan Al-Fatih Bocah 6 Tahun di Tasikmalaya Ditemukan Meninggal
Ia menjelaskan, di tubuh korban ditemukan sejumlah luka akibat benturan. Hal tersebut disebabkan kondisi medan aliran air yang sempit, melewati gorong-gorong, serta banyaknya batuan di sepanjang jalur sungai.
“Arus berupa selokan sempit dan banyak batuan, sehingga korban mengalami benturan di beberapa bagian tubuh,” jelasnya.
Dudu menambahkan, sebelumnya tim SAR telah menyisir sejumlah titik pencarian, mulai dari Sungai Cibaregbeg, Cikalang, hingga ke wilayah Leuwi Keris, Kabupaten Tasikmalaya. Namun jasad korban belum ditemukan karena belum muncul ke permukaan air.
Baca Juga: Orang Tua Ikhlas, Muhammad Zaidan Al-Fatih Dimakamkan di TPU Perum Tamanjaya
Dengan ditemukannya jasad korban, tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Tasikmalaya, Kepolisian, TAGANA, PMI, dan relawan langsung melakukan proses evakuasi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Hanapi, menyampaikan apresiasi atas kegigihan seluruh personel dalam proses pencarian.
“Alhamdulillah hari ini korban berhasil ditemukan meski dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit untuk proses pemeriksaan bersama pihak kepolisian dan pemerintah setempat,” ujar Hanapi.
Baca Juga: Anak 6 Tahun di Tasikmalaya Hilang Diduga Terbawa Arus Sungai, BPBD Lanjutkan Pencarian Hari Kedua
Berdasarkan hasil pemeriksaan, lanjut Hanapi, korban meninggal dunia murni akibat kecelakaan terseret arus air. Setelah proses selesai, jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga.
“Dengan ditemukannya korban, posko pencarian yang didirikan sejak hari pertama resmi dibubarkan dan seluruh personel kembali ke satuannya masing-masing,” katanya.