ACEH, Mediapriangan.com - Perbincangan mengenai biaya sumur bor bagi korban bencana kembali mencuat setelah muncul klaim anggaran yang mencapai ratusan juta rupiah.
Isu ini mengemuka usai pernyataan pejabat negara dalam rapat koordinasi pascabencana di Aceh.
Namun, fakta berbeda justru datang dari lapangan. Seorang warga di Aceh Timur mengungkapkan bahwa pembuatan sumur bor untuk pengungsi banjir dapat dilakukan dengan biaya jauh lebih rendah, yakni hanya Rp15 juta.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak bersama Kepala BNPB Suharyanto melaporkan kebutuhan pembangunan sumur bor kepada Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Istri Diky Chandra Mundur dari Kepengurusan PKK Kota Tasik
Dalam rapat tersebut, biaya pembangunan disebut bisa mencapai Rp150 juta, tergantung kondisi tanah dan kelengkapan instalasi.
Di tengah pernyataan itu, sebuah video yang dibagikan ulang akun Instagram undercover.id pada Senin, 5 Januari 2026, memperlihatkan proses pembangunan sumur bor bantuan warga di Aceh Timur. Dalam video tersebut, tampak spanduk bertuliskan Bantuan Sumur Bor untuk Korban Banjir.
"Teman-teman ini sumur bor yang saya bikin untuk para pengungsi di Aceh Timur," kata seorang pria dalam video tersebut.
"Sumur bor ini dengan anggaran yang kita buat itu, Rp15 juta," ungkapnya.
Baca Juga: Tim SAR Temukan Bocah 6 Tahun Korban Terseret Arus Sungai Cikalang Tasikmalaya
Pria tersebut menjelaskan, sumur bor yang dibangunnya memiliki ukuran pipa 3 inci dan kedalaman hampir 100 meter. Ia menegaskan, meski biayanya hanya Rp15 juta, fasilitas tersebut sudah dapat langsung dimanfaatkan warga.
"Ini sudah siap pakai, bisa untuk cuci pakaian. ukuran sumur bor ini," tuturnya.
"Ukuran 3 inci dengan kedalaman 89 meter. Harganya Rp15 juta," sambungnya.