Jembatan darurat tersebut memanfaatkan drum dan kayu sebagai struktur utama.
Jembatan apung di Sungai Kala Ili ini cukup kuat untuk dilalui kendaraan roda dua, sehingga mobilitas warga dan relawan bidan di Aceh Tengah dapat kembali berjalan lebih aman sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.***