Alumni Pesantren Sukamanah Ajak Masyarakat Jadikan Musibah Aceh sebagai Momentum Introspeksi dan Kepedulian Sosial

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Rabu, 24 Desember 2025 | 04:58 WIB
Alumni Pesantren KHZ Musthafa Sukamanah Tasikmalaya, Edi Bukhori (DFK)
Alumni Pesantren KHZ Musthafa Sukamanah Tasikmalaya, Edi Bukhori (DFK)

Mediapriangan.com - Alumni Pesantren KHZ. Musthafa Sukamanah, Kabupaten Tasikmalaya, Edi Bukhori, mengajak masyarakat untuk menjadikan musibah banjir yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera sebagai momentum refleksi diri, penguatan iman, serta peningkatan kepedulian sosial.

Dalam pernyataannya, Edi mengingatkan pentingnya memaknai waktu sebagaimana pesan dalam Al-Qur’an Surat Al-‘Asr.

Menurutnya, waktu adalah anugerah paling adil dari Sang Pencipta yang kerap terabaikan, padahal setiap detik memiliki nilai yang tak tergantikan.

Baca Juga: Ketum PP GP Ansor Serukan Soliditas Banser di Makam Sunan Gunung Jati, Jihad Banser Jaga Kebinekaan

“Kerugian terbesar adalah ketika waktu berlalu tanpa menjadi investasi kebaikan. Kebahagiaan justru menghampiri saat waktu diisi dengan amal dan kebermanfaatan,” ujar Edi kepada Mediapriangan.com, Selasa (23/12/2025).

Edi menuturkan, bencana banjir yang melanda Aceh dan sejumlah daerah di Sumatera menjadi saksi betapa dahsyatnya kekuatan alam. Banjir merendam wilayah demi wilayah tanpa pandang batas, status, maupun kekuasaan, meluluhlantakkan harta benda dan merenggut korban jiwa dari berbagai kalangan masyarakat.

“Derita Aceh adalah derita Sumatera, sekaligus derita Indonesia. Dampaknya terasa di berbagai sendi kehidupan, mulai dari sosial, ekonomi, hingga ruang-ruang kemanusiaan lainnya,” katanya.

Baca Juga: Kapolri Tegaskan Banser Garda Terdepan NKRI di Apel Kebangsaan 10.000 Kader di Cirebon

Sebagai insan beragama, Edi menegaskan bahwa musibah harus disikapi dengan keimanan dan keteguhan hati. Ia mengutip penggalan ayat Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 51 yang menegaskan bahwa tidak ada musibah yang menimpa kecuali atas ketetapan Allah SWT.

“Keyakinan ini memberi kekuatan untuk menerima setiap ujian dengan tegar, sembari terus berikhtiar dan berdoa,” ucapnya.

Menurut Edi, bencana tersebut membuka mata semua pihak akan rapuhnya manusia di hadapan kekuasaan Tuhan. Rasa takut dan cemas yang menyelimuti korban hanya bisa dihadapi dengan doa, solidaritas, serta upaya terbaik dari sesama.

Baca Juga: APBD Kabupaten Tasikmalaya 82 Persen, Akademisi Soroti Dampak Nyata

Ia pun menyerukan agar Aceh dan Sumatera kembali bangkit dengan menyalakan harapan, semangat, dan optimisme.

Selain itu, ia menekankan pentingnya membangkitkan empati dan kepekaan sosial di tengah tantangan zaman yang masih diwarnai sikap egoisme dan ketidakpedulian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X