TEGAL, Mediapriangan.com - Aktivitas tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kabupaten Tegal, memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Kondisi permukiman yang kian tidak stabil membuat desa tersebut perlahan ditinggalkan, sementara pemerintah mulai menyiapkan skema relokasi.
Fenomena tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, telah berlangsung sejak Senin malam, 2 Februari 2026.
Retakan tanah yang terus melebar menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan serius, bahkan sebagian rumah dinyatakan tidak layak huni. Situasi ini membuat warga memilih mengungsi lebih awal sebelum kondisi memburuk.
Ketua RT setempat menyebut, warga Desa Padasari mengambil langkah mandiri dengan menyelamatkan barang-barang penting dan meninggalkan rumah yang terancam.
“Lihat keadaan semakin ke sini, semakin nggak karuan, lebih baik kita menghindar,” ucap Ketua RT Desa Padasari dalam video yang diunggah akun Instagram @imamrespektor pada Selasa, 10 Februari 2026.
Baca Juga: Program Kampung Sosial Provinsi Jawa Barat Jadikan Kota Tasikmalaya sebagai Daerah Percontohan
“Jadi yang kita bawa barang yang penting-penting aja. Udah saya pilah, sisanya saya tinggal,” imbuhnya.
Ia menambahkan, proses evakuasi dilakukan secara swadaya di tengah situasi darurat akibat tanah bergerak.
“Ngangkut sendiri, apa-apa sendiri. Semuanya kan juga panih, ya lebih baik (evakuasi) juga. Kalau malam begini ya khawatir,” sambungnya.
Baca Juga: Viral TikTok Ungkap Banjir Aceh Tamiang, Warga Bertahan Enam Hari di SPBU Terban Tanpa Makan
Dampak tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, juga berimbas pada pemadaman aliran listrik.