Ia pun mengingatkan potensi bahaya yang bisa timbul apabila kebakaran gelondongan kayu tidak segera dikendalikan. “Pantesan warga ramai banget tuh ada apa gitu. Ini kalau dibiarin bisa kebakaran semua ini satu kampung,” tuturnya lagi.
Sebelum insiden kebakaran gelondongan kayu ini, warga Aceh Utara juga menghadapi dampak lain pascabanjir, yakni debu dari sedimen lumpur yang mengering. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap gangguan pernapasan.
Peristiwa kebakaran gelondongan kayu di Desa Geudumbak pun menuai perhatian warganet. Berbagai doa dan harapan agar api segera padam membanjiri kolom komentar, mengingat kondisi Aceh Utara yang masih dalam masa pemulihan pascabanjir 26 November 2025.***