Dalam unggahan sebelumnya pada 8 Januari 2026, terlihat guru-guru di SD Negeri Terpencil Bainaa Barat harus menyeberangi sungai dengan air setinggi lutut orang dewasa.
Air berwarna coklat dengan arus cukup deras memaksa mereka mengangkat sepatu dan tas agar tidak basah.
“Belajar yang rajin ya, Nak. Pak gurumu ini menantang nyawa setiap hari untuk sampai ke sekolah,” tulisnya kala itu.
Baca Juga: Jelang Ramadan 1447 H, Harga Cabai Tembus Rp90.000 per Kilo Gram di Kota Tasikmalaya
Ia juga mengungkapkan kekhawatiran saat musim hujan tiba di Parigi Moutong. Debit air meningkat dan arus makin deras, membuat proses belajar terganggu.
“Siswa kami tidak tenang belajar saat hujan karena takut sungai meluap,” tambahnya.
Video tentang kondisi SD Negeri Terpencil Bainaa Barat tersebut telah ditonton ratusan ribu kali dan memicu empati publik.
Banyak warganet menilai kebutuhan jembatan daripada MBG menjadi prioritas mendesak di wilayah tersebut, karena menyangkut keselamatan siswa dan guru setiap hari.***