TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Institut Agama Islam Tasikmalaya (IAIT) kini telah menanggalkan status institutnya dan secara resmi bertransformasi menjadi Universitas Islam Tasikmalaya atau Unitas.
Perubahan besar IAIT menjadi Unitas disahkan melalui Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 113 Tahun 2026.
Prosesi penyerahan surat keputusan tersebut berlangsung di Jakarta oleh Kasubdit Kelembagaan dan Kerja Sama Diktis, Dr. Asroi, kepada Dr. Ade Zaenul Mutaqin yang kini menakhodai Unitas sebagai rektor pertama pasca perubahan status.
Baca Juga: IAIT Tasikmalaya Gelar IAIT Fest 2026, Wakil Wali Kota Dorong Dakwah Kreatif Pelajar Priangan Timur
Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis lembaga dalam perkuat daya saing lulusan guna menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
Dalam acara Tasyakur Bi Nikmat yang digelar di aula kampus pada Kamis, 9 April 2026, Dr. Ade Zaenul Mutaqin menegaskan bahwa kenaikan status ini membawa tanggung jawab akademik yang jauh lebih berat.
"Bukan sekadar perubahan nama, tetapi juga tanggung jawab besar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, tata kelola, riset, dan kontribusi kepada masyarakat," ujar Ade di hadapan civitas akademika.
Baca Juga: Dr. Ade Zaenul Mutaqin Resmi Dilantik sebagai Rektor IAIT Tasikmalaya Periode 2026-2031
Ade menambahkan bahwa status sebagai Universitas Islam Tasikmalaya memungkinkan lembaga untuk membuka program studi lintas disiplin yang lebih variatif.
Hal ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan bagi masyarakat luas sekaligus menciptakan ekosistem riset yang lebih integratif.
"Di sisi lain kata dia, perubahan ini juga membuka peluang lebih luas dalam pengembangan program studi lintas disiplin serta perluasan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat," ujar Ade menambahkan.
Baca Juga: Penanganan Sampah di Kota Tasikmalaya Belum Maksimal, Sampah Lebaran Masih Menumpuk di Jalan Paseh
Manajemen Universitas Islam Tasikmalaya kini tengah mematangkan sejumlah agenda penting, mulai dari akselerasi akreditasi hingga digitalisasi sistem kampus.
Fokus utama tetap tertuju pada bagaimana institusi ini dapat perkuat daya saing lulusan agar tidak hanya unggul di tingkat lokal, namun juga kompetitif di pasar kerja internasional melalui kemitraan dengan dunia industri.