Penanganan Sampah di Kota Tasikmalaya Belum Maksimal, Sampah Lebaran Masih Menumpuk di Jalan Paseh

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Selasa, 7 April 2026 | 17:43 WIB
Penanganan sampah di Kota Tasikmalaya belum maksimal akibat kurangnya armada, Kondisi tumpukan limbah di Jalan Paseh pada Selasa 7 April 2026. (Dok. AMS)
Penanganan sampah di Kota Tasikmalaya belum maksimal akibat kurangnya armada, Kondisi tumpukan limbah di Jalan Paseh pada Selasa 7 April 2026. (Dok. AMS)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Aroma tidak sedap dan pemandangan tumpukan limbah yang menggunung masih menghiasi sejumlah ruas jalan protokol di Kota Resik.

Hingga Selasa, 7 April 2026, penanganan sampah di Kota Tasikmalaya belum maksimal akibat terjepit masalah klasik, keterbatasan armada pengangkut dan rendahnya kedalaman kesadaran kolektif masyarakat.

Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Tasikmalaya mengakui bahwa infrastruktur yang tersedia saat ini jauh dari kata ideal.

Minimnya jumlah unit truk pengangkut sampah, kontainer, hingga dump truck menjadi penghambat utama dalam membersihkan sisa-sisa konsumsi warga, terutama setelah lonjakan produksi limbah pada momentum Lebaran lalu.

Baca Juga: Kini Bayar STNK Tidak Harus Bawa KTP Lama, Masyarakat Wajib Pajak Serbu Kantor Samsat

Saat ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya hanya memiliki 28 unit truk sampah. Ironisnya, sebagian besar armada tersebut kondisinya memprihatinkan dan tidak sepenuhnya laik operasional.

Kabid Sampah Dinas LH Kota Tasikmalaya, Feri Arif Permana, mengungkapkan bahwa kebutuhan riil di lapangan jauh melampaui fasilitas yang ada.

"Truk ada 28 unit, masih jalan tapi memang kondisinya ya bisa dilihat sendiri," ujar Feri Arif Permana, Selasa (7/4/2026).

Feri memaparkan bahwa skema terbaik dalam distribusi sarana adalah ketersediaan satu armada untuk setiap kelurahan.

Baca Juga: Tanpa Bantuan Jabar, Anggaran Kota Tasikmalaya Menyusut Jadi Rp1,4 Triliun

Mengacu pada keberadaan 69 kelurahan di Kota Tasikmalaya, maka setidaknya dibutuhkan 69 unit dump truck guna menjamin kelancaran sistem pengangkutan sampah di seluruh wilayah.

"Ya idealnya sih satu Kelurahan satu dump truck, atau paling tidak dua Kelurahan satu dump truck, plus dengan sopir dan tim pengangkutnya," katanya.

Selain faktor mekanis, kekurangan personel atau sumber daya manusia (SDM), mulai dari sopir hingga petugas pengangkut, turut memperparah keadaan sehingga penanganan sampah di Kota Tasikmalaya belum maksimal.

Situasi semakin sulit ketika volume sampah harian melonjak hingga 90 ton selama periode libur Lebaran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X