TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Aroma tidak sedap dan pemandangan tumpukan limbah yang menggunung masih menghiasi sejumlah ruas jalan protokol di Kota Resik.
Hingga Selasa, 7 April 2026, penanganan sampah di Kota Tasikmalaya belum maksimal akibat terjepit masalah klasik, keterbatasan armada pengangkut dan rendahnya kedalaman kesadaran kolektif masyarakat.
Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Tasikmalaya mengakui bahwa infrastruktur yang tersedia saat ini jauh dari kata ideal.
Minimnya jumlah unit truk pengangkut sampah, kontainer, hingga dump truck menjadi penghambat utama dalam membersihkan sisa-sisa konsumsi warga, terutama setelah lonjakan produksi limbah pada momentum Lebaran lalu.
Baca Juga: Kini Bayar STNK Tidak Harus Bawa KTP Lama, Masyarakat Wajib Pajak Serbu Kantor Samsat
Saat ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya hanya memiliki 28 unit truk sampah. Ironisnya, sebagian besar armada tersebut kondisinya memprihatinkan dan tidak sepenuhnya laik operasional.
Kabid Sampah Dinas LH Kota Tasikmalaya, Feri Arif Permana, mengungkapkan bahwa kebutuhan riil di lapangan jauh melampaui fasilitas yang ada.
"Truk ada 28 unit, masih jalan tapi memang kondisinya ya bisa dilihat sendiri," ujar Feri Arif Permana, Selasa (7/4/2026).
Feri memaparkan bahwa skema terbaik dalam distribusi sarana adalah ketersediaan satu armada untuk setiap kelurahan.
Baca Juga: Tanpa Bantuan Jabar, Anggaran Kota Tasikmalaya Menyusut Jadi Rp1,4 Triliun
Mengacu pada keberadaan 69 kelurahan di Kota Tasikmalaya, maka setidaknya dibutuhkan 69 unit dump truck guna menjamin kelancaran sistem pengangkutan sampah di seluruh wilayah.
"Ya idealnya sih satu Kelurahan satu dump truck, atau paling tidak dua Kelurahan satu dump truck, plus dengan sopir dan tim pengangkutnya," katanya.
Selain faktor mekanis, kekurangan personel atau sumber daya manusia (SDM), mulai dari sopir hingga petugas pengangkut, turut memperparah keadaan sehingga penanganan sampah di Kota Tasikmalaya belum maksimal.
Situasi semakin sulit ketika volume sampah harian melonjak hingga 90 ton selama periode libur Lebaran.
Artikel Terkait
Cuaca Ekstrem Picu Bencana hidrometeorologis di Tasikmalaya, Banjir dan Pohon Tumbang Rusak Permukiman Warga
The Nice Playland Tasikmalaya Disorot, Diduga Belum Kantongi Izin Resmi dan Terancam Ditutup
Ikuti Pemerintah Pusat, Pemkot Tasikmalaya Siap Terapkan WFH
Banjir Tasikmalaya Picu Kemacetan Parah, Polres Tasikmalaya Kota Sigap Kendalikan Lalu Lintas di Titik Rawan
Santri Didorong Pahami Sejarah Nabi, Dandim 0612/Tasikmalaya Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Keteladanan
Lonjakan Pasien Pasca Lebaran, IGD RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Sempat Meluber