Nana menambahkan, syukuran kemenangan Persib kali ini sengaja dibuat berbeda. Ia menilai perayaan tidak selalu identik dengan konvoi kendaraan di jalan raya. Aksi sosial dan kerja nyata dinilai jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat.
“Kalau di tempat lain merayakan dengan konvoi, kami memilih bersih-bersih. Selain jadi bentuk syukur, hasilnya juga langsung dirasakan masyarakat,” ujar Nana sambil tersenyum.***
Semangat gotong royong membuat proses pembersihan berlangsung cepat. Dalam beberapa jam saja, wajah SOR Kaliki mulai berubah. Ilalang tinggi yang sebelumnya menutupi lapangan berhasil dipangkas.
Area sekitar stadion tampak lebih terbuka dan rapi. Tumpukan rumput liar serta sampah langsung diangkut menggunakan truk agar kawasan stadion kembali bersih.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat. Sejumlah warga terlihat membawa makanan dan minuman untuk dibagikan kepada peserta kerja bakti. Anak-anak muda hingga orang tua ikut terlibat tanpa sekat, menciptakan atmosfer gotong royong yang jarang terlihat di ruang publik.
Aksi bersih-bersih kemudian ditutup dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas keberhasilan Persib sekaligus harapan baru bagi kebangkitan olahraga Tasikmalaya.
Ke depan, KONI Kabupaten Tasikmalaya berencana menjadikan SOR Kaliki sebagai pusat latihan utama tim sepakbola Porprov. Selain itu, perawatan fasilitas akan dilakukan secara berkala agar stadion tidak kembali terbengkalai.
Langkah sederhana yang dilakukan warga Mangunreja itu pun menjadi pesan kuat bahwa merayakan kemenangan tidak harus selalu dengan hiruk-pikuk di jalan. Dari sebuah lapangan yang lama terlupakan, semangat juara justru diubah menjadi gerakan bersama untuk membangun kembali olahraga daerah.***