Namun, kejanggalan mulai terendus menjelang hari pelaksanaan. Korban secara mendadak dihubungi oleh pengelola tempat acara yang menagih sisa pembayaran sewa ruang, padahal dana tersebut seharusnya sudah disetorkan oleh pihak agensi pernikahan.
Saat dikonfirmasi, pihak manajemen selalu berdalih akan segera membereskan sisa tunggakan.
“H-1 dihubungi dari pihak venue, sedangkan saya sudah melakukan pelunasan di awal April. Saya pikir semuanya clear tinggal menunggu TM,” lanjutnya.
“Saya juga dari H-7 dihubungi (gedung) tapi saya konfirmasi ke Marwah akan dilakukan pelunasan,” imbuhnya.
Baca Juga: Kolaborasi TNI dan Swasta Hidupkan Semangat Berbagi
Indikasi ketidakberesan kian menguat saat sesi pematangan konsep acara (technical meeting) dilakukan secara daring. Proses yang semestinya berjalan detail dan komprehensif justru berlangsung sangat kilat dan terkesan menutup-nutupi kesiapan lapangan.
“Technical meeting cuma sekitar 10 menit dan sangat tidak detail. Saya tanya soal rundown, alur masuk venue, pembagian sesi tamu, semuanya dijawab nanti diinformasikan satu hari sebelum acara,” paparnya.
Puncaknya terjadi pada Sabtu, 23 Mei 2026. Area sakral di gedung Islamic Center Bekasi yang seharusnya dipenuhi dekorasi megah dan barisan konsumsi justru kedapatan kosong melompong saat para tamu undangan mulai berdatangan untuk menyaksikan rangkaian acara.
“Harusnya berjalan acara akad dan resepsi, tapi karena vendor tidak datang dan tidak ada dekorasi, catering, entertainment, fotografer, videografer itu batal semua,” ucap Feny.
Beruntung, beberapa pekerja lepas di bidang kecantikan dan pemandu acara masih menunjukkan sisi kemanusiaan mereka dengan tetap mengawal prosesi sakral pembacaan janji suci, meskipun hak finansial mereka sendiri belum ditunaikan oleh pihak agensi.
“Yang dateng MUA, hairdo, MC, dan artikel. Itu ada yang dari Marwah belum dibayar, tapi mereka masih tetap membantu di acara akad saya dan tidak dilakukan resepsi,” tukasnya.
Kini, rekaman video yang menampilkan kondisi pilu ruang resepsi kosong di gedung Islamic Center Bekasi tersebut telah menyebar luas di media sosial Threads melalui unggahan kerabat korban.
Publik berharap aparat penegak hukum dapat segera memproses laporan polisi ini agar kasus serupa tidak kembali memakan korban di masa mendatang.***