daerah

Sempat Terkepung Kabut, Pendaki Asal Malaysia dari Gunung Rinjani Akhirnya Dievakuasi Pakai Helikopter BASARNAS

Rabu, 27 Mei 2026 | 11:40 WIB
Detik-detik proses evakuasi menggunakan helikopter yang dilakukan oleh BASARNAS saat menjemput seorang pendaki asal Malaysia yang cedera di kawasan Gunung Rinjani untuk dibawa menuju Rumah Sakit Inmedika Bali. (Instagram/pos_sarkayangan)

Baca Juga: Yusril Ihza, Indonesia Siap Lakukan Investigasi Bersama Brasil Terkait Kematian Juliana Marins di Gunung Rinjani

Kondisi ini langsung dimanfaatkan oleh kru penerbangan untuk melakukan pendaratan darurat di lokasi penjemputan.

Tepat pada pukul 08.17 Wita, proses evakuasi menggunakan helikopter berhasil diselesaikan dan burung besi tersebut langsung bertolak meninggalkan wilayah Lombok Timur menuju Pulau Dewata.

"Helikopter mendarat di helipad di Benoa, Bali pada pukul 09.05 Wita dan korban dirujuk ke Rumah Sakit Inmedika, Sanur, Bali untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut," tukasnya menjelaskan rute akhir penerbangan darurat tersebut.

Baca Juga: Evaluasi SOP Pendakian Gunung, Menhut Gaet Agam Rinjani dan Tyo Survival: Wajib Persiapan dan Gelang RFID

Korban yang harus dilarikan ke Rumah Sakit Inmedika ini diidentifikasi sebagai Chye Connsynn (41), seorang pendaki asal Malaysia. Petaka yang menimpa turis asing tersebut bermula ketika dirinya tengah melakukan perjalanan turun usai mencapai titik tertinggi di Gunung Rinjani.

Berdasarkan data dari Kantor SAR Mataram, korban menderita luka yang sangat serius pada bagian tubuhnya akibat terjatuh.

Informasi mengenai kecelakaan ini pertama kali dikabarkan oleh pihak pengelola pos pendakian setempat yang melihat kondisi korban sudah tidak berdaya.

"Korban dilaporkan mengalami cedera serius hingga tidak mampu menggerakkan tubuhnya dan dievakuasi oleh porter dan guide ke Pelawangan 2 Sembalun," jelasnya mengenai tindakan awal sebelum bantuan udara datang.

Baca Juga: Evaluasi SOP Pendakian Gunung, Menhut Gaet Agam Rinjani dan Tyo Survival: Wajib Persiapan dan Gelang RFID

Selama proses menunggu kedatangan tim BASARNAS, pendaki asal Malaysia tersebut mendapatkan pertolongan pertama di lokasi penampungan sementara dan dilarang untuk berpindah posisi demi mencegah tingkat keparahan cedera yang lebih luas.

Insiden jatuhnya pendaki asal Malaysia di jalur ekstrem Gunung Rinjani ini menjadi alarm tersendiri bagi para pecinta alam mengenai pentingnya kesiapan fisik dan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca pegunungan.

Pihak otoritas menegaskan bahwa evakuasi menggunakan helikopter merupakan opsi paling rasional yang harus diambil oleh BASARNAS mengingat kondisi geografis medan yang tidak memungkinkan untuk jalur darat.

“Korban terjatuh saat turun di jalur pendakian dari arah puncak menuju ke Pelawangan, kemudian dievakuasi menggunakan helikopter menuju rumah sakit di Bali,” tulis keterangan resmi tersebut menutup kronologi penyelamatan.***

Halaman:

Tags

Terkini