daerah

Viral Siswi Desa Nyofifi Minta Jembatan ke Sherly, Jalur Sekolah Terputus Saat Banjir Melanda

Kamis, 4 Juni 2026 | 16:52 WIB
Siswi Desa Nyofifi mengeluhkan tidak adanya jembatan menuju sekolah. Sherly Tjoanda memastikan tim sudah turun survei. (TikTok.com/RifandiPiter - byisabellefarradiva)

HALMAHERA SELATAN, Mediapriangan.com - Sebuah video yang memperlihatkan perjuangan siswa Maluku Utara untuk mendapatkan akses pendidikan layak menjadi perhatian luas di media sosial.

Dalam video tersebut, seorang siswi dari Desa Nyofifi, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, menyampaikan permohonan langsung kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.

Video yang diunggah melalui akun TikTok @RifandiPiter pada Rabu, 3 Juni 2026, memperlihatkan kondisi banjir yang membuat jalur menuju sekolah tidak dapat dilalui.

Derasnya aliran sungai disebut menjadi hambatan utama bagi para pelajar yang setiap hari harus berangkat menuntut ilmu.

Baca Juga: JNE Raih Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026, Program Pendidikan dan Literasi Jadi Sorotan

Dalam rekaman yang kemudian viral itu, siswi asal Desa Nyofifi tersebut menyampaikan permohonan secara langsung kepada Sherly Tjoanda agar pemerintah membantu menyediakan jembatan menuju sekolah yang aman bagi warga.

"Mohon maaf untuk Ibu Sherly kalau saya lancang," ujar siswi asal Desa Nyofifi itu.

Ia menjelaskan bahwa hingga kini siswa Maluku Utara di wilayah tersebut masih menghadapi kesulitan ketika banjir datang. Tidak adanya jembatan menuju sekolah membuat aktivitas belajar mengajar sering terganggu.

"Tolong, kami tidak bisa pergi sekolah karena tidak ada jembatan," ucap siswi tersebut.

Baca Juga: Hanafi Resmi Jadi Pj Sekda Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Titip Tugas Prioritas dan Program Strategis

Kondisi banjir yang berulang disebut membuat Desa Nyofifi kerap terisolasi. Saat debit air meningkat, warga termasuk para pelajar kesulitan menyeberangi sungai sehingga harus tetap berada di rumah.

"Mohon bantuannya, banjir begini membuat kami tidak bisa pergi ke sekolah," sambungnya.

Keluhan itu tidak hanya menggambarkan persoalan infrastruktur, tetapi juga menunjukkan besarnya keinginan siswa Maluku Utara untuk tetap melanjutkan pendidikan meski menghadapi berbagai keterbatasan.

Dalam video yang sama, siswi tersebut mengaku dirinya dan teman-temannya sangat ingin tetap belajar di sekolah. Namun kondisi banjir dan tidak tersedianya jembatan menuju sekolah membuat mereka kehilangan banyak waktu belajar.

Halaman:

Tags

Terkini