Mediapriangan.com - Sebuah video yang memperlihatkan aksi viral ortu bersujud di depan baliho Bobby Nasution menjadi perhatian luas masyarakat di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di area depan Kantor Gubernur Sumatera Utara dan dipicu oleh kesulitan keluarga dalam menanggung biaya pengobatan anak yang sedang dirawat di RS Mitra Medika Premiere, Medan.
Dalam rekaman yang beredar, pasangan suami istri itu tampak memohon bantuan kepada Gubernur Sumut. Mereka berharap ada solusi untuk meringankan biaya pengobatan anak yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.
Video viral ortu bersujud tersebut kembali ramai diperbincangkan setelah dibagikan oleh akun Facebook Sakban Azhari pada Minggu, 7 Juni 2026. Tangisan sang ibu dalam video itu mengundang simpati banyak warganet.
Baca Juga: Yellow Run 2026 Disorot, Dugaan Penipuan Kostum Terbaik di GBK Bikin Peserta Kecewa dan Geram
"Tolong Pak, bantu saya, ini seorang ibu memohon pada bapak, Pak Bobby tolong," ucap sang ibu sambil terisak menangis.
"Anak saya terbaring di Rumah Sakit Mitra Medika Premiere pak, biayanya terlalu besar pak kami tidak punya uang lagi," sambungnya.
Berdasarkan informasi yang beredar, anak dari pasangan tersebut tengah menjalani perawatan akibat luka tusukan. Kondisi itu membuat keluarga harus menghadapi biaya pengobatan anak yang sangat besar dalam waktu singkat.
Di tengah perhatian publik terhadap Bobby Nasution dan peristiwa viral ortu bersujud tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara langsung melakukan langkah koordinasi dengan pihak rumah sakit.
Kepala Dinas Sumatera Utara, Faisal Hasrimy, menyampaikan bahwa pasien awalnya mendapatkan perawatan di RS Pertamina Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, pada 31 Mei 2026.
Karena memerlukan tindakan dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular, pasien kemudian dirujuk ke RS Mitra Medika Premiere. Namun rumah sakit tersebut tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga seluruh biaya pengobatan anak menjadi tanggungan keluarga.
"Estimasi biaya pengobatan cukup besar," beber Faisal dalam keterangannya, pada Minggu, 7 Juni 2026.
"Sebelum operasi dilakukan, keluarga juga telah menandatangani surat persetujuan tindakan medis dengan estimasi biaya sekitar Rp147 juta," tambahnya.