Baca Juga: Cijeunjing Juara Bupati Cup 2026, Turnamen Bola Voli Putri Antar Kecamatan Ciamis Resmi Ditutup
Besarnya biaya pengobatan anak tersebut menjadi salah satu alasan mengapa keluarga akhirnya mencari bantuan dengan mendatangi lingkungan Kantor Gubernur Sumut. Peristiwa viral ortu bersujud pun kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Menanggapi persoalan tersebut, Kadin Sumut bersama sejumlah pihak berupaya mencari jalan keluar agar beban keluarga dapat berkurang. Komunikasi dilakukan dengan manajemen RS Mitra Medika Premiere untuk mendapatkan keringanan biaya.
"Total tagihan sebesar Rp147 juta, setelah kami komunikasikan dengan pihak rumah sakit, diberikan keringanan sehingga menjadi Rp129,574 juta," ungkapnya.
"Keluarga pasien juga telah melakukan deposit sebesar Rp45 juta, sehingga sisa tagihan menjadi Rp84,574 juta," jelas Faisal.
Selain itu, pihak rumah sakit disebut memberikan tambahan waktu kepada keluarga pasien untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran.
"Ketika keluarga pasien belum dapat melunasi tagihan, pihak rumah sakit berkomitmen memberikan waktu pembayaran sampai 10 Juni 2026," terang Faisal.
"Kami terus berupaya mencari solusi agar beban biaya dapat semakin berkurang," tandasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari Bobby Nasution maupun pihak keluarga terkait perkembangan bantuan pengobatan anak tersebut. Namun kasus viral ortu bersujud dan tingginya biaya pengobatan anak di RS Mitra Medika Premiere masih menjadi perhatian publik di Sumatera Utara.***