"Kalau dari sisi penyerapan tenaga kerja saya kira sudah cukup baik dan gizi pun sudah terjaga. Kini, tinggal bisa memanfaatkan potensi bahan baku yang ada di Kota Tasik," katanya.
Disinggung terkait peran Satgas MBG Kota Tasikmalaya, Diky menuturkan selama ini tidak dalam konteks pengawasan, melainkan hanya monitoring. Sedangkan, terkait bahan baku bukan tugas Satgas.
"Kami hanya memberikan rekomendasi ke pimpinan daerah. Saya usulkan agar SPPG itu bisa membuat asosiasi. Mudah-mudahan segera terbentuk, agar monitornya lebih terarah," harapnya.
Menurut Diky, Satgas MBG di daerah pun akan ada revisi lagi tentang SK. Adanya perubahan itu merupakan instruksi langsung dari BGN Pusat, pungkasnya.***