Selain menghadapi tantangan, Herdiat melihat peluang besar bagi petani Ciamis melalui Program Makan Bergizi yang tengah dikembangkan pemerintah.
Program tersebut diperkirakan membutuhkan pasokan pangan dalam jumlah besar, berkualitas, dan berkesinambungan.
"Peluang ini harus mampu dimanfaatkan oleh petani dan kelembagaan pertanian di Kabupaten Ciamis sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya.
Bupati Herdiat menambahkan, keberhasilan swasembada pangan tidak cukup hanya diukur dari peningkatan hasil panen.
Menurutnya, keberhasilan tersebut juga harus diikuti dengan meningkatnya kesejahteraan petani, tumbuhnya regenerasi petani, semakin luasnya penerapan transformasi teknologi, serta hadirnya kelembagaan pertanian yang mandiri dan berdaya saing.
Baca Juga: OJK Tasikmalaya Dorong Mahasiswa Jadi Investor Cerdas Lewat Sekolah Pasar Modal di Ciamis
Melalui Hari Krida Pertanian Ciamis, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat "Guyub Ngawangun Galuh" dalam membangun sektor pertanian yang maju, modern, dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa bagi masyarakat Tatar Galuh, pertanian tidak hanya menjadi sektor ekonomi, tetapi juga merupakan bagian dari identitas dan budaya daerah.
Oleh karena itu, setiap upaya memperkuat swasembada pangan, mempercepat transformasi teknologi, dan mendorong regenerasi petani merupakan investasi penting untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ciamis.***