Situasi itu membuat distribusi air bersih menjadi salah satu langkah penting untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kemarau berlangsung. BPBD Kota Tasikmalaya pun terus melakukan pemantauan sekaligus menyiapkan penanganan bagi wilayah lain yang berpotensi mengalami kondisi serupa.
Untuk mendukung penanganan kekeringan, BPBD memperoleh dukungan anggaran dari APBD Kota Tasikmalaya. Anggaran tersebut digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan distribusi air bersih bagi masyarakat yang terdampak.
Dudu menambahkan, dalam upaya memenuhi kebutuhan air ke daerah terdampak kekeringan, BPBD sudah mendapatkan dukungan anggaran dari APBD Kota Tasikmalaya sebesar Rp 90 juta, " Kata Dudu.
Baca Juga: Hujan Tak Kunjung Turun, Petani Kota Tasikmalaya Waswas Lahan Pertanian Terancam Puso
Penanganan kekeringan juga dilakukan melalui kolaborasi lintas lembaga. BPBD berkoordinasi dengan PMI, PDAM, kepolisian, TNI, serta sejumlah unsur lainnya agar distribusi air bersih dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Dukungan juga datang dari sejumlah pihak swasta dan dunia usaha. Bantuan tersebut di antaranya berasal dari Dolar DT Peduli, Asia Plaza, Persatuan Tionghoa Tasikmalaya, Baznas, Sigab Persis, PMI, Aston Hotel, Hotel Metro, Ajad Centre dan pihak lainnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan distribusi air bersih, terutama ke wilayah yang sumber airnya mengalami penurunan akibat kemarau.
Baca Juga: Kota Tasikmalaya Miliki Risiko Bencana Cukup Tinggi, BPBD Fokus Perkuat Mitigasi dalam RKPD 2027
BPBD Kota Tasikmalaya memastikan warga yang berada di daerah terdampak kekeringan tetap dapat memperoleh bantuan air bersih.
Namun, masyarakat yang membutuhkan pasokan air terlebih dahulu harus menyampaikan pengajuan kepada BPBD agar penyaluran dapat dilakukan sesuai ketentuan dan kebutuhan di lapangan.
"Saratnya masyarakat yang membutuhkan bantuan mengajukan terlebih dahulu ke BPBD. Setelah ada pengajuan sesuai ketentuan kita kerja sama dengan pihak lain juga akan memasok air bersih sesuai kebutuhan, "jelas Dudu.***