Untuk menggunakan jasa sewa perahu dan rakit di area Situ Gede, tambah Dede, pengunjung biasanya cukup membayar Rp10 ribu per orang. Mereka dapat berkeliling Situ Gede sambil menikmati suasana alam dan udara sejuk di kawasan tersebut.
"Ya kalau airnya normal, kita bisa narik sampai 10 kali putaran perhari. Jika satu perahu lima orang saja setiap keliling, omzet perhari bisa sampai Rp 500.000. Sekarangmah dapat Rp 50.000 juga susah," katanya.
Penurunan aktivitas wisata Situ Gede Kota Tasikmalaya juga berdampak terhadap pelaku usaha kuliner. Nyi Titi, pemilik warung nasi di area Situ Gede, mengatakan jumlah pembeli turun sejak debit air Situ Gede mulai menyusut.
"Ya sepi sekarang mah pak, yang makan disini hanya satu dua orang saja," katanya.
Kondisi tersebut membuat omzet usaha Titi ikut menurun karena jumlah pesanan berkurang. Penjualan ikan bakar yang sebelumnya menjadi salah satu menu yang banyak dipesan wisatawan kini jauh lebih sedikit.
Baca Juga: Perahu di Obyek Wisata Situ Gede Kota Tasikmalaya Resmi Dilarang Bunyikan Telolet
"Ya jelas menurun pak, seharinya paling sekilo dua kilo bakar ikan yang dipesan, " Ucap Titi.
Padahal, ketika kunjungan wisata Situ Gede ramai, pesanan ikan bakar dari konsumen bisa mencapai 10 kilogram hingga 15 kilogram per hari.
Titi menyebut, penurunan kunjungan ke kawasan wisata Situ Gede saat debit air menyusut merupakan kondisi yang terjadi hampir setiap tahun. Menurutnya, ketika debit air Situ Gede turun, jumlah wisatawan yang datang ke kawasan tersebut juga ikut berkurang.***