BALI, Mediapriangan.com - Tangisan seorang anak perempuan yang melihat jenazah ayahnya menjadi bagian paling menyayat hati dari sebuah kasus yang kini ramai diperbincangkan di media sosial. Video tersebut memperlihatkan suasana duka setelah sang ayah meninggal dunia dalam peristiwa pengeroyokan di Kabupaten Tabanan, Bali.
Kasus ayah tewas dikeroyok itu terjadi setelah korban berinisial KD diduga hendak mencuri ayam aduan milik warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Peristiwa tersebut kini menjadi sorotan karena selain dugaan pencurian ayam aduan, polisi juga menyelidiki pengeroyokan yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.
Baca Juga: Sopir Alphard di Bundaran HI Ternyata Polisi, Berbalik! Minta Maaf dan Sujud ke Satpam Usai Viral
Video viral yang memperlihatkan kesedihan keluarga korban pertama kali menarik perhatian luas di media sosial. Salah satu akun Instagram yang mengunggah rekaman tersebut adalah @infojawabarat pada Minggu, 26 Juli 2026.
Dalam video itu, anak perempuan korban terdengar menangis sambil memanggil ayahnya. Sejumlah orang tampak berusaha menenangkan anak tersebut ketika berada di sekitar jenazah.
“Bapak, bapak,” teriaknya sambil ditenangkan oleh sejumlah orang di kanan-kirinya.
Unggahan tersebut kemudian menyebar luas dan telah ditonton lebih dari 850 ribu kali. Peristiwa itu memunculkan beragam reaksi warganet yang memperdebatkan dugaan pencurian dan tindakan pengeroyokan.
“Di balik pemberitaan tentang dugaan pencurian dan aksi pengeroyokan, ada sebuah keluarga yang kini harus menjalani hidup tanpa sosok ayah,” tulis keterangan dalam video yang kini sudah diputar lebih dari 850 ribu kali penayangan.
Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan tindakan massa yang menghakimi korban hingga meninggal dunia. Di sisi lain, ada pula warganet yang menyoroti dugaan pencurian ayam aduan sebagai pemicu awal peristiwa.
Polisi Selidiki Dua Dugaan Tindak Pidana
Kasus ayah tewas dikeroyok tersebut kini ditangani kepolisian. Kapolsek Baturiti, Kompol Nyoman Darsana, menyebut penyidik melakukan pendalaman terhadap dua dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan kejadian tersebut.