JAKARTA, Mediapriangan.com - Rekaman seorang penumpang wanita yang membawa dan menghisap kamper di dalam KRL Manggarai-Bogor viral di media sosial. Peristiwa tersebut disebut terjadi saat perjalanan pada Kamis, 10 September 2026 sekitar pukul 18.30 WIB.
Video itu memperlihatkan perilaku penumpang yang dinilai mengganggu kenyamanan pengguna KRL lainnya. Belakangan, KAI Commuter memberikan tanggapan dan menyebut pengguna yang dilaporkan tersebut pernah ditindak petugas pada Agustus 2026.
Kejadian bermula ketika perempuan tersebut masuk ke dalam gerbong khusus wanita di bagian depan. Menurut Elsa, salah satu penumpang yang merekam kejadian, perempuan itu sudah menunjukkan perilaku marah-marah sejak awal berada di dalam kereta.
Baca Juga: Hyundai Ioniq 6 Terbakar di Simpang Tomang Jakbar, Tabrak Separator Busway hingga Picu Kemacetan
Perempuan tersebut kemudian berpindah ke bagian tengah gerbong dan membangunkan sejumlah penumpang yang sedang tidur.
"Dia marah-marah udah dari awal masuk kereta, nggak lama (kemudian) geser ke tengah, bangunin orang-orang yang tidur," kata Elsa dalam postingan Threads pribadinya, @elsaazhp, pada Jumat, 11 September 2026.
"Nggak ada yang bangun, barulah ke saya, saya ditepok-tepok agak kenceng suruh bangun," imbuhnya.
Situasi semakin membuat penumpang tidak nyaman ketika perempuan itu terlihat membawa kamper berbentuk bulat. Benda tersebut beberapa kali dipegang dan dicium hingga aroma kamper disebut menyebar di dalam gerbong.
"Bawa kamper bulet dicium-ciumin yang bikin satu gerbong bau kamper," bebernya.
"Membangunkan semua orang yang duduk, marah-marah," jelas Elsa.
Video mengenai kejadian tersebut kemudian dibagikan ke media sosial dan menyebar luas. Penumpang yang disebut sebagai penghisap kamper itu dilaporkan turun di Stasiun Tanjung Barat.
KAI Berikan Tanggapan
KAI Commuter kemudian merespons laporan tersebut melalui akun Threads @commuterline. Pihak KAI menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna dan menyatakan laporan tersebut akan dikoordinasikan dengan unit terkait.
Artikel Terkait
Api Gunung Awu Sangihe Belum Padam, Kobaran Makin Dekat ke Permukiman hingga Pendaki Jadi Tersangka
Delapan Pendaki Ilegal Gunung Semeru Diamankan, 1 Sempat Tersesat di Jalur Curam dan Penuh Batuan
SDN Mboeng NTT yang Viral Akhirnya Direvitalisasi, Sekolah Berdinding Bambu Kini Masuk Program 2026
Helikopter Raksasa Jepang Tiba di Kalbar, 3 CH-47 Chinook Disiapkan untuk Water Bombing Karhutla
Ciamis Raih Dua Penghargaan ASN Jabar, Kualitas Data dan Arsip Jadi Penentu Tata Kelola Kepegawaian
269 Siswa di Gembong Pati Diduga Keracunan MBG, 59 Dirawat Inap dan Sampel Makanan Diperiksa