Rating Bank BJB Turun Jadi idAA-, NPL Naik dan PEFINDO Soroti Tekanan Kualitas Aset

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 13 September 2026 | 14:56 WIB
Gedung Kantor Cabang Utama Bank BJB di Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat. Pemerintah daerah di Jawa Barat dan Banten menguasai 75,55 persen saham Bank BJB.  (Dok Bank BJB)
Gedung Kantor Cabang Utama Bank BJB di Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat. Pemerintah daerah di Jawa Barat dan Banten menguasai 75,55 persen saham Bank BJB. (Dok Bank BJB)

 

BANDUNG, Mediapriangan.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia atau PEFINDO menurunkan Rating Bank BJB dari idAA menjadi idAA-. Penurunan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya tekanan terhadap kualitas aset perseroan.

Dalam pemeringkatan yang dipublikasikan pada Minggu, 13 September 2026, PEFINDO juga menurunkan peringkat sejumlah instrumen utang yang diterbitkan Bank BJB.

Peringkat Obligasi Berkelanjutan I dan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I masing-masing turun dari idAA menjadi idAA-. Sementara itu, Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II, III dan IV diturunkan dari idA+ menjadi idA.

Baca Juga: Pelayanan Bank bjb Tamansari Disorot Saat Hari Pelanggan Nasional, Nasabah Disabilitas Beri Nilai 99,9

Peringkat Surat Berharga Perpetual Berkelanjutan I juga mengalami penurunan dari idA menjadi idA-.

Meski Rating Bank BJB mengalami penurunan, PEFINDO masih mempertahankan prospek perusahaan pada level stabil.

“Penurunan peringkat mencerminkan tekanan yang berkelanjutan terhadap profil keuangan Bank, terutama kualitas aset,” tulis PEFINDO dalam rilis pemeringkatan yang dipublikasikan melalui laman resminya, Minggu 13 September 2026.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kredit Bank BJB KCK Banten Terbongkar, Dokumen Fiktif Picu Kerugian Negara Rp8,7 Miliar

NPL Bank BJB Naik

Salah satu faktor utama di balik perubahan Rating Bank BJB adalah memburuknya sejumlah indikator kualitas kredit.

PEFINDO memperkirakan tekanan terhadap kualitas aset masih akan berlangsung dalam jangka pendek. Kondisi tersebut antara lain berkaitan dengan berkurangnya transfer pemerintah pusat kepada pemerintah daerah serta kemampuan pembayaran debitur yang melemah.

Segmen kredit produktif menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian karena peningkatan kredit berma

Data PEFINDO menunjukkan NPL Bank BJB mencapai 3,3 persen pada Juni 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2,8 persen pada Desember 2025 dan 2,2 persen pada Desember 2024.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X