Sebelumnya, laporan mengenai dugaan keracunan MBG di SMKN 6 Semarang menyebut sejumlah warga sekolah membutuhkan penanganan medis.
Sebanyak 42 siswa sempat mendapatkan perawatan di puskesmas maupun rumah sakit setempat. Data tersebut menjadi bagian dari perkembangan penanganan setelah munculnya gejala pada warga sekolah.
Sementara itu, pendataan Dinkes kemudian mencatat total 707 orang mengalami gejala, terdiri atas siswa dan guru.
Kepala SMKN 6 Semarang, Berty Sagendra, juga membenarkan adanya tenaga kependidikan yang terdampak dalam kejadian tersebut.
"Saya dapat laporan terdapat tendik yang terdampak juga," kata Berty dalam keterangannya, pada Jumat, 31 Juli 2026.
Keterangan tersebut memperkuat bahwa dampak kejadian tidak hanya dirasakan oleh siswa. Tenaga kependidikan juga dilaporkan mengalami gejala setelah pelaksanaan kegiatan makan di lingkungan sekolah.***