"Namun untuk di Kota Tasikmalaya alhamdulillah saya melihat kedekatan birokrat termasuk legislatif atau DPRD sudah cukup baik, " ujarnya menambahkan.
Diky Chandra meminta agar keterbatasan pemerintah dalam menjalankan program tidak langsung dimaknai sebagai bentuk kurangnya perhatian kepada masyarakat.
Menurutnya, pemerintah memiliki kapasitas dan keterbatasan tertentu dalam memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Karena itu, komunikasi harus terus dibangun agar tidak muncul kesalahpahaman.
"Artinya tidak dalam kontek bahwa Pemerintah itu tidak peduli, kurang perhatian dan sebagainya," ucapnya.
Yang jelas, kata dia, informasi sekecil apa pun harus sampai kepada masyarakat sehingga setiap persoalan yang muncul dapat dipahami secara utuh.
Menurut Diky, sejumlah persoalan yang terjadi tidak selalu muncul karena unsur kesengajaan, tetapi dapat disebabkan oleh miskomunikasi, miskordinasi, maupun faktor lainnya.
Karena itu, kedekatan Wakil Wali Kota Tasikmalaya dengan masyarakat dinilai penting untuk memastikan komunikasi berjalan dua arah.
Diky Chandra juga menyampaikan pandangannya mengenai posisi yang kini diembannya sebagai Wakil Wali Kota Tasikmalaya.
Baca Juga: Situ Gede Kota Tasikmalaya Kering, Ekonomi Warga di Sekitar Situ Gede Ikut Terdampak
Ia menyebut latar belakangnya sebagai sutradara, penulis, pencipta lagu, dan pekerja kreatif lainnya tidak membuat dirinya menuntut perlakuan khusus dari pemerintah.
Satu hal lagi perlu saya tegaskan, saya Diky Chandra sebagai Wakil Wali Kota Tasikmalaya yang berlatar belakang sutradara, penulis, pencipta lagu dan sebagainya, sedikitpun saya tidak pernah minta maupun marah ke pemerintah.
"Saya bertugas yakin karena amanah dari Allah dan kepercayaan masyarakat. Saya sebagai Pemerintah tidak sedikit pun ingin dimanja-manjakan, kita bekerja sekeras mungkin, kita manfaatkan potensi yang Allah berikan pada diri kita supa kita bisa beramal, bekerja sesuai yang Allah inginkan, "jelas Diky.***