Relawan SPPG Bengkulu Ditemukan Tewas di Sungai, Batu di Baju dan Pria Terduga Pelaku Diamankan Polisi

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 16 September 2026 | 15:53 WIB
Relawan SPPG Bengkulu ditemukan tewas di Sungai Kampung Bahari. Polisi mengamankan seorang pria dan mendalami dugaan kekerasan. (Instagram/polres_kota_bengkulu)
Relawan SPPG Bengkulu ditemukan tewas di Sungai Kampung Bahari. Polisi mengamankan seorang pria dan mendalami dugaan kekerasan. (Instagram/polres_kota_bengkulu)

 

BENGKULU, Mediapriangan.com - Penemuan jasad Indo Melvi Yunanditia (24), relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padang Serai, Kota Bengkulu, membuka penyelidikan baru bagi kepolisian.

Indo Melvi ditemukan meninggal dunia di Sungai Kampung Bahari, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, Senin, 14 September 2026.

Sebelum jasad ditemukan, sepeda motor yang digunakan korban lebih dulu ditemukan di area semak tidak jauh dari aliran sungai.

Kondisi tersebut menjadi titik awal pencarian yang dilakukan setelah korban tidak kunjung tiba di tempat kerja.

Baca Juga: KTR di Ciamis Diperkuat, Pemkab Soroti Pengawasan hingga Perubahan Perilaku Masyarakat

Korban diketahui telah meninggalkan rumah sekitar pukul 02.30 WIB untuk berangkat bekerja. Namun, Indo Melvi tidak sampai ke SPPG Padang Serai sehingga keluarga kemudian melakukan pencarian di sepanjang jalur yang biasa dilaluinya.

Dari pencarian tersebut, sepeda motor korban ditemukan di semak-semak dekat Sungai Kampung Bahari. Lokasi kendaraan berada sekitar 100 meter dari titik jasad korban ditemukan.

Jasad Indo Melvi kemudian ditemukan di aliran sungai sekitar pukul 11.15 WIB. Saat proses evakuasi, terdapat sejumlah kejanggalan yang kemudian menjadi bagian dari penyelidikan.

Salah satunya adalah temuan batu di dalam pakaian korban. Keluarga juga melihat adanya luka pada bagian wajah dan mulut korban.

Baca Juga: Usai Purbaya Dicopot dari Menkeu, Curhat Ida Yulidina Viral: Kebenaran Akan Terungkap

Temuan tersebut membuat dugaan adanya tindakan kekerasan turut didalami. Untuk mengetahui penyebab pasti kematian, keluarga menyetujui pemeriksaan autopsi.

“Hasil pemeriksaan sementara benar ada dugaan kekerasan pada tubuh korban dan pihak keluarga korban setuju untuk dilakukan autopsi,” ujar Kasat Reskrim Polresta Bengkulu AKP Frengki Sirait kepada awak media pada Selasa, 15 September 2026.

Polisi kemudian mengamankan seorang pria berinisial R (24) yang diketahui bekerja sebagai petugas keamanan di SPPG tempat Indo Melvi bekerja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X