daerah

Kronologi Kebakaran Pasar Sungai Duri: Api Muncul Pukul 18.30, 50 Ruko Ludes dan 60 Damkar Dikerahkan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:40 WIB
Kebakaran Pasar Sungai Duri bermula pukul 18.30 WIB. Api cepat meluas hingga 50 ruko terbakar dan 60 mobil damkar dikerahkan. (Instagram/paltiwest)

"Bangunan yang terbakar berada dalam posisi saling berdekatan sehingga api cepat membesar dan menyebar, sebagian besar bangunan juga terbuat dari kayu dan merupakan bangunan lama," terangnya lebih lanjut.

Baca Juga: Taman Nasional Way Kambas Terbakar, Petugas Hadapi Lahan Gambut Kering dan Sulitnya Akses

60 Mobil Damkar Dikerahkan

Untuk menghentikan laju api, sekitar 60 unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Bantuan tersebut datang dari sejumlah daerah di sepanjang wilayah pesisir utara Kalimantan Barat hingga jalur Pontianak.

"Tim pemadam kurang lebih ada 60 unit. Mulai dari Sambas, Pemangkat, Selakau, Singkawang, Sungai Jawi, Wasu, kemudian dari arah Pontianak juga hadir," sebut Heriyanto.

"Sampai Pinyoh, Peniti, Segedong, Purun dan Mempawah," sambungnya.

Selain petugas pemadam, personel gabungan TNI dan Polri turut diterjunkan. Sebanyak 77 personel membantu pengamanan di sekitar lokasi, termasuk mengatur arus lalu lintas dan membantu warga menyelamatkan barang yang masih dapat dievakuasi.

Baca Juga: Media, Idealisme, dan Bisnis Media: Mengapa Jurnalisme Harus Berubah agar Tetap Bertahan

Pengerahan 60 mobil damkar menjadi bagian penting dalam penanganan Kebakaran Pasar Sungai Duri karena api telah melanda deretan bangunan yang saling berhimpitan.

Api Berhasil Dipadamkan Dini Hari

Upaya pemadaman berlangsung hingga dini hari. Setelah kobaran berhasil dikendalikan, petugas melakukan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.10 WIB.

Sebelumnya, pada malam kejadian, proses pendinginan juga telah dilakukan setelah kobaran mulai berhasil dikendalikan.

Baca Juga: Media, Idealisme, dan Bisnis Media: Mengapa Jurnalisme Harus Berubah agar Tetap Bertahan

"Sampai saat ini masih dilakukan pendinginan," ujar Heriyanto.

Halaman:

Tags

Terkini