daerah

Kabut Asap Karhutla Bikin Jarak Pandang di Kalsel Menipis, Pengendara Saling Bunyikan Klakson

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:27 WIB
Kabut asap karhutla di Kalsel membuat jarak pandang pengendara sangat terbatas. Warga pun saling membunyikan klakson untuk menghindari kecelakaan. (TikTok/bloperr)

"Nyalain lampu sein biar kelihatan sama yang dibelakang," tulis akun @ano***s.

Namun, pengunggah video menyebut lampu kendaraan belum tentu terlihat ketika asap berada dalam kondisi sangat pekat.

Baca Juga: Kebakaran Sungai Duri Hanguskan 50 Ruko, Kerugian Pasar Sungai Duri Capai Rp70 Miliar

"Enggak kelihatan kecuali jarak semeter," tulis pengungah video.

Situasi tersebut menunjukkan betapa terbatasnya Jarak Pandang di tengah kepungan Kabut Asap. Kendaraan yang berada di jalur berlawanan baru tampak ketika sudah mendekati posisi perekam.

Kondisi serupa menjadi perhatian karena Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan yang harus berhadapan dengan asap tebal.

Baca Juga: Viral Bocah 7 Tahun di Dairi Diduga Dianiaya Bibi, Dua Kakak Beradik Kini Dirawat di Rumah Sakit

BNPB Deteksi 1.487 Titik Panas di Kalimantan

Kabut Asap yang menyelimuti sejumlah kawasan Kalimantan terjadi di tengah tingginya aktivitas titik panas yang terpantau oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB.

Berdasarkan pemantauan satelit NOAA-20 hingga Kamis, 20 Agustus 2026, BNPB mencatat terdapat 1.487 titik panas atau hotspot yang tersebar di wilayah Kalimantan.

"Berdasarkan data pemantauan terbaru dari Satelit NOAA-20 hingga Kamis, 20 Agustus 2026, sebaran hotspot atau titik panas di wilayah Kalimantan sebanyak 1.487 hotspot," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya kepada awak media pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Baca Juga: Taman Nasional Way Kambas Terbakar, Petugas Hadapi Lahan Gambut Kering dan Sulitnya Akses

Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 767 titik. Berikutnya Kalimantan Barat dengan 560 titik, kemudian Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur yang masing-masing mencatat 74 titik.

Sementara itu, tiga titik panas lainnya terdeteksi di Kalimantan Utara.

BNPB terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan Karhutla serta memetakan wilayah yang memiliki potensi kebakaran. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kejadian kebakaran kepada otoritas setempat.

Halaman:

Tags

Terkini