daerah

Sampurna Orang Utan Ketapang Terbaring Lemas akibat Asap Karhutla Kalbar, Ditemukan di Kebun Warga

Senin, 31 Agustus 2026 | 14:32 WIB
Sampurna orang utan Ketapang ditemukan tak sadarkan diri di kebun warga akibat diduga terpapar asap karhutla Kalbar dan langsung mendapat perawatan. (Instagram.com/@pandemictalks)

KALBAR, Mediapriangan.com - Kondisi Sampurna orang utan Ketapang menjadi perhatian setelah satwa jantan dewasa tersebut ditemukan dalam keadaan sangat lemah di sebuah perkebunan sawit milik warga di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Ketapang, Kalimantan Barat.

Sampurna ditemukan warga pada Minggu, 30 Agustus 2026 sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, orang utan Ketapang tersebut berada di area perkebunan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan mengalami gangguan pernapasan.

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada petugas. Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan evakuasi.

Baca Juga: Viral Pernyataan Kadisdik Kalteng soal Sekolah di Tengah Karhutla, Singgung MBG hingga Siswa ke Kafe

Staf SKW I Ketapang BKSDA Kalbar, Sarbandi, mengatakan tim mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai keberadaan satwa tersebut.

"Pagi tadi kami menerima informasi dari masyarakat mengenai keberadaan orang utan di sekitar perkebunan," kata Sarbandi di lokasi, pada hari yang sama.

"Kami langsung melakukan pengecekan ke lapangan dan menemukan orang utan tersebut dalam kondisi lemas," sambungnya.

Baca Juga: Panji Petualang Temukan Titik Api Karhutla Kaltim di Berau, Api Dekat Tiang Listrik dan Tower

Sampurna Orang Utan Ketapang Ditemukan di Perkebunan

Keberadaan Sampurna di perkebunan warga diduga berkaitan dengan kondisi habitatnya yang terdampak kebakaran hutan dan lahan. Asap karhutla yang menyelimuti kawasan tersebut diduga membuat satwa tersebut berpindah dari wilayah habitatnya.

Sarbandi menyampaikan dugaan tersebut setelah tim menemukan Sampurna berada di area perkebunan, bukan di habitat alaminya.

"Diduga, akibat kebakaran hutan dan lahan, orang utan bergeser dari habitatnya dan kemudian berada di area perkebunan," terangnya.

Perpindahan tersebut membuat keberadaan orang utan Ketapang diketahui warga. Laporan masyarakat kemudian menjadi awal proses penyelamatan Sampurna oleh petugas konservasi bersama tim YIARI.

Baca Juga: Aisyah Thisia Disorot di Tengah Karhutla Kalteng, Ini Profil dan Rekam Jejak Istri Gubernur Agustiar Sabran

Halaman:

Tags

Terkini