Temuan Sampurna di perkebunan warga memperlihatkan salah satu dampak yang dapat terjadi ketika habitat satwa mengalami gangguan.
Satwa yang kehilangan atau meninggalkan area habitatnya berpotensi masuk ke kawasan yang berdekatan dengan permukiman maupun perkebunan.
Dalam kasus Sampurna, tim menduga pergeseran lokasi tersebut berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan. Namun, kondisi pasti habitat asal Sampurna serta sejauh mana dampak kebakaran terhadap pergerakannya masih menjadi bagian dari penanganan tim di lapangan.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Bikin Jarak Pandang di Kalsel Menipis, Pengendara Saling Bunyikan Klakson
Sampurna orang utan Ketapang ditemukan tanpa luka bakar, tetapi kondisi pernapasannya terganggu. Penanganan medis kemudian dilakukan setelah tim gabungan tiba di lokasi.
Kasus orang utan Ketapang ini terjadi ketika karhutla Kalbar masih menjadi perhatian. Paparan asap karhutla tidak hanya berdampak terhadap manusia, tetapi juga berpotensi mengganggu satwa yang berada di sekitar kawasan terdampak.
Asap karhutla menjadi salah satu faktor yang diperhatikan tim dalam menangani kondisi Sampurna, terutama karena satwa tersebut ditemukan dalam keadaan lemah dan mengalami gangguan pernapasan.***
Artikel Terkait
OJK Tasikmalaya Tutup 15.226 Entitas Ilegal, Waspadai Investasi Ilegal, Pinjaman Online Ilegal dan Judi Online
Kecelakaan Tol Serpong Cinere Hari Ini, Subaru Terbakar Usai Tabrak Truk, 2 Pengemudi Luka
Aldira Yusuf Soroti Selisih Rp4,6 Miliar dalam Dokumen APBD Perubahan Tasikmalaya
Pisang Blenger Citayam Depok, Pisang Goreng Topping 3 Lapis yang Ramai Diburu
Kampung Kecil Jakarta, Restoran Bernuansa Bambu dengan Paket Liwet Rp352 Ribu, Ada Kolam dan Playground Anak
3 Rekomendasi Mie Ayam Jamur di Jakarta, Harga Mulai Rp18 Ribu dengan Cita Rasa Gurih dan Topping Melimpah
Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Raih 472 Suara dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang
Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Bupati Citra Pitriyami Ikut Terjatuh