Terpapar Asap Karhutla Kalbar
Kondisi Sampurna menjadi perhatian karena orang utan tersebut ditemukan ketika asap karhutla Kalbar masih menyelimuti wilayah sekitar. Saat diperiksa, satwa tersebut mengalami gangguan pada sistem pernapasan.
Tim dokter hewan YIARI kemudian memberikan penanganan awal berupa bantuan oksigen dan infus. Langkah tersebut dilakukan karena Sampurna mengalami kesulitan bernapas dan berada dalam kondisi lemah.
Hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya luka terbuka maupun luka bakar pada tubuh orang utan Ketapang tersebut. Kondisi fisiknya justru lebih banyak menunjukkan persoalan pada pernapasan.
Baca Juga: Karhutla Riau 2026 Bakar 904 Hektare, Polda Riau Ungkap 40 Tersangka dan Dugaan Motif Buka Lahan
Dokter hewan YIARI, Komara, menjelaskan paparan asap dalam konsentrasi tinggi dapat memengaruhi sistem pernapasan satwa.
"Asap karhutla mengandung berbagai partikel dan zat yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu fungsi paru-paru," jelas Komara pada kesempatan yang sama.
"Pada kondisi paparan yang berat, terutama ketika asap sangat pekat dan berlangsung selama beberapa hari, satwa dapat mengalami gangguan pernapasan dan kekurangan oksigen atau hipoksia," sambungnya.
Baca Juga: Karhutla Gunung Semeru, Ranu Kumbolo Diselimuti Asap Tebal, Guide dan Relawan Buat Sekat Bakar
Orang Utan Ketapang Mendapat Oksigen dan Infus
Setelah ditemukan, Sampurna langsung mendapatkan penanganan dari tim dokter hewan. Bantuan oksigen diberikan untuk membantu kondisi pernapasannya, sementara infus digunakan sebagai bagian dari penanganan awal terhadap kondisinya yang lemah.
Dokumentasi proses penyelamatan Sampurna kemudian beredar di media sosial. Dalam sejumlah foto, orang utan tersebut tampak terbaring dengan kondisi tubuh yang lemas selama mendapatkan perawatan.
Unggahan mengenai Sampurna orang utan Ketapang turut menarik perhatian warganet karena satwa tersebut ditemukan di tengah kondisi karhutla Kalbar yang berdampak terhadap kawasan habitatnya.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Selimuti Biak Numfor Papua, Warga Cerita Dugaan Hutan Sengaja Dibakar
Habitat Sampurna Diduga Terdampak Karhutla
Artikel Terkait
OJK Tasikmalaya Tutup 15.226 Entitas Ilegal, Waspadai Investasi Ilegal, Pinjaman Online Ilegal dan Judi Online
Kecelakaan Tol Serpong Cinere Hari Ini, Subaru Terbakar Usai Tabrak Truk, 2 Pengemudi Luka
Aldira Yusuf Soroti Selisih Rp4,6 Miliar dalam Dokumen APBD Perubahan Tasikmalaya
Pisang Blenger Citayam Depok, Pisang Goreng Topping 3 Lapis yang Ramai Diburu
Kampung Kecil Jakarta, Restoran Bernuansa Bambu dengan Paket Liwet Rp352 Ribu, Ada Kolam dan Playground Anak
3 Rekomendasi Mie Ayam Jamur di Jakarta, Harga Mulai Rp18 Ribu dengan Cita Rasa Gurih dan Topping Melimpah
Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Raih 472 Suara dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang
Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Bupati Citra Pitriyami Ikut Terjatuh