Dalam kondisi tersebut, ia berusaha mempertahankan diri dengan memegang bagian plat yang berada di tengah pijakan jembatan.
“Posisi saya udah setengah tengkurap dan saya memegang plat yang ada di tengah pijakan. Saya masih di bagian kayu, setelah itu saya ditarik oleh Pak Camat Cijulang dan jalan di pinggir sampai ke tujuan,” jelasnya.
Baca Juga: Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Bupati Citra Pitriyami Ikut Terjatuh
Citra juga menggambarkan situasi ketika Jembatan Pongpet patah. Ia mengaku tidak banyak mengetahui apa yang terjadi pada saat kejadian karena semuanya berlangsung begitu cepat.
“Pas kejadian patah itu, kayaknya nge-blank, yang saya tahu ‘brukk’ aja gitu,” sambungnya.
Pengalaman tersebut membuat Citra Pitriyami merasakan langsung risiko yang dapat muncul dari kondisi infrastruktur seperti Jembatan Gantung Pongpet. Menurut dia, kejadian tersebut menjadi perhatian agar pembangunan jembatan ke depan lebih mengutamakan aspek keselamatan.
Dorong Jembatan Permanen
Setelah insiden Jembatan Pongpet, Citra Pitriyami menyampaikan keinginannya agar pembangunan jembatan di wilayah tersebut ke depan diarahkan menjadi jembatan permanen.
Ia berharap pemerintah dapat mengupayakan pembangunan tersebut apabila dukungan anggaran tersedia.
“Berpikir ke depan, insyaallah, mudah-mudahan anggaran ada, kita bisa membangun tidak ada lagi jembatan gantung. Kita usahakan dengan jembatan permanen,” lanjutnya.
Citra mengatakan pengalaman berada langsung di atas Jembatan Gantung Pongpet yang ambruk membuat dirinya semakin menyadari risiko yang bisa dialami pengguna jembatan.
“Karena saya yang merasakan sendiri seperti apa. Untung saya. Bukan masyarakat yang menjadi korban, saya merasakan sendiri,” tukasnya.
Untuk rencana pembangunan jembatan permanen, Citra menyebut masih diperlukan koordinasi dengan sejumlah pihak. Pembahasan lebih lanjut akan dilakukan untuk menentukan langkah pembangunan setelah insiden Jembatan Pongpet tersebut.***