Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan mengatakan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan warga selama kondisi kekeringan berlangsung.
"Ya, kita menurunkan sekitar 10 ribu air, kemudian sementara tadi kita 2 toren, kita akan salurkan terus setiap minggunya," ujar Bimantoro.
Kedatangan armada pengangkut air bersih pun menjadi perhatian warga. Mereka berkumpul untuk memperoleh pasokan yang dapat digunakan memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Penyaluran air bersih di Kota Cirebon sebenarnya telah berlangsung sejak Juni 2026. Bantuan kemudian terus diberikan seiring kondisi kekeringan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Misteri Kakak Adik Hilang Sejak 2021 Terungkap, Dua Kerangka Ditemukan di Rumah Kosong Banyuasin
BPBD Salurkan 208 Ribu Liter Air
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Cirebon juga mencatat distribusi air dalam jumlah besar ke Kelurahan Argasunya.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Cirebon, Arief Adithya Firmansyah, menyebut sebanyak 208 ribu liter air telah disalurkan kepada masyarakat yang terdampak.
"Kami mengatur keterlibatan sejumlah instansi agar kebutuhan masyarakat bisa dilayani secara bergantian dan terkoordinasi," ujar Arief dalam keterangannya, pada Senin, 7 September 2026.
Bantuan tersebut telah menjangkau 1.203 kepala keluarga atau sekitar 3.929 jiwa di Kelurahan Argasunya. Namun, angka warga terdampak masih dapat berubah karena pendataan mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.
Arief mengatakan pemantauan terhadap jumlah warga yang mengalami dampak kekeringan masih dilakukan. Dengan demikian, kebutuhan air bersih dan cakupan distribusi bantuan dapat disesuaikan berdasarkan kondisi terbaru.
Status Siaga Darurat Kekeringan
Persoalan air bersih di Cirebon berlangsung dalam situasi pemerintah daerah telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026.
Status tersebut berlaku sejak 1 Juli hingga 30 September 2026 berdasarkan Keputusan Wali Kota Cirebon Nomor 179 Tahun 2026.