daerah

Canangkan GENIUS, OJK dan Pemkot Tasikmalaya Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Melalui Ekosistem Pendidikan

Jumat, 18 September 2026 | 15:39 WIB
GENIUS OJK Tasikmalaya dan Pemkot Tasikmalaya memperkuat literasi keuangan melalui 200 pendidik dari jenjang SD hingga SMA sederajat. (Dok. AMS)

Menurut Nofa, guru memiliki posisi penting dalam meneruskan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan kepada peserta didik. Ketika tenaga pendidik memiliki kecakapan keuangan sekaligus menjadi teladan, edukasi tersebut dapat menjangkau lebih banyak siswa.

"Mari kita kuatkan gurunya, kita lindungi pelajarnya, dan kita bangun lingkungan sekolahnya, karena ketika sekolah menjadi tempat tumbuhnya kecakapan keuangan, kita bukan hanya mengajarkan anak-anak mengelola uang, tetapi membekali mereka untuk mengelola masa depan," Ujar Nofa.

Program GENIUS OJK Tasikmalaya juga telah diperluas ke sejumlah wilayah di Priangan Timur. Hingga 2026, pelaksanaannya disebut telah menjangkau lebih dari 13 ribu pelajar yang tersebar di sedikitnya 36 sekolah.

Baca Juga: OJK Tasikmalaya dan Polres Ciamis Ungkap Penipuan Jasa Titip Limit Paylater, Kerugian Capai Rp500 Juta

Cakupan tersebut termasuk Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Rakyat. Program ini diarahkan untuk membangun ekosistem literasi keuangan yang dapat berjalan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Salah satu langkah yang didorong OJK Tasikmalaya adalah pembentukan Duta Literasi Keuangan atau Guru Penggerak Literasi Keuangan. Mereka diharapkan menjadi penggerak edukasi sekaligus contoh penerapan perilaku keuangan yang sehat di sekolah.

Dengan pendekatan tersebut, literasi keuangan tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi. Pengetahuan dan praktik pengelolaan keuangan diharapkan dapat diteruskan tenaga pendidik kepada peserta didik dalam aktivitas pendidikan sehari-hari.

Baca Juga: Bakesbangpol Jabar Gelar Seminar Ekonomi Rancage di Kota Tasikmalaya, Bahas Strategi Ketahanan Ekonomi Daerah

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan turut menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan GENIUS. Menurutnya, penguatan literasi keuangan diperlukan seiring semakin mudahnya anak-anak mengakses berbagai layanan keuangan.

"Anak-anak kita hari ini tumbuh di tengah kemudahan akses layanan keuangan yang luar biasa. Karena itu, tugas kita bukan hanya membuka akses, tetapi memastikan mereka memiliki pengetahuan, kehati-hatian, dan kemampuan mengambil keputusan keuangan yang benar, " Katanya.

Melalui GENIUS, Viman berharap sekolah dapat menjadi lingkungan yang membentuk kemampuan peserta didik dalam mengelola keuangan, menentukan pilihan, mengenali risiko, serta bertanggung jawab terhadap keputusan keuangan yang diambil.***

Halaman:

Tags

Terkini