JAKARTA, Mediapriangan.com - Setelah hampir sepekan menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, dua siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, akhirnya diperbolehkan pulang.
Agnesia Paruliana Silitonga dan Febiona Purba sebelumnya menjalani perawatan setelah diduga menjadi korban keracunan makan bergizi gratis (MBG). Keduanya dirawat di RSCM sejak 12 September 2026.
Kondisi kesehatan kedua siswi Karo tersebut kini dilaporkan membaik. Tim dokter RSCM menyatakan keduanya berada dalam kondisi baik sehingga dapat melanjutkan pemulihan melalui rawat jalan di daerah asal.
Baca Juga: Siswi Karo Diduga Keracunan MBG Dirawat di RSCM, Dokter Pastikan Memori dan Fungsi Otaknya Baik
Perkembangan kondisi Febiona sebelumnya menjadi perhatian karena sempat muncul kabar dirinya mengalami hilang ingatan dan kesulitan mengenali orang-orang terdekat.
Namun, berdasarkan pemeriksaan dokter di RSCM, kondisi memori Febiona dinyatakan stabil, baik untuk memori jangka pendek maupun jangka panjang.
Gejala yang dialaminya disebut berkaitan dengan serangan panik dan trauma berat setelah insiden keracunan MBG. Dokter tidak menemukan adanya gangguan pada fungsi otak maupun gangguan psikotik.
Wapres Gibran Jenguk Dua Siswi
Perkembangan kondisi Agnesia dan Febiona juga diketahui Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang sempat menjenguk keduanya di RSCM Jakarta.
Dalam kunjungannya, Gibran menyampaikan rasa syukur setelah mendapat informasi bahwa kedua siswi tersebut telah dinyatakan dalam kondisi baik dan dapat kembali ke rumah.
"Alhamdulillah, Agnesia dan Febiona telah dinyatakan dalam kondisi baik dan diperbolehkan pulang oleh tim dokter RSCM," kata Gibran di RSCM Jakarta, pada Jumat, 18 September 2026.
Gibran menyebut kepulangan kedua siswi tersebut telah dijadwalkan pada Jumat siang. Agnesia dan Febiona bersama keluarga kemudian dipersiapkan untuk kembali ke Sumatera Utara.
Baca Juga: Kasus Keracunan MBG Berulang, BPOM Ungkap Makanan Lebih dari 4 Jam Bisa Basi Sebelum Diterima Siswa
"Siang tadi, Agnesia dan Febiona beserta keluarga telah dijadwalkan kembali ke rumah masing-masing di Sumatera Utara," ungkap Gibran.