BANTEN, Mediapriangan.com - Keluarga Firdaus Wajidi alias Daus menyampaikan sikap setelah operasi pencarian rombongan jurnalis KM Arupadatu I di perairan Selat Sunda dihentikan. Keluarga mengaku telah mengikhlaskan kepergian Daus, meski masih menyimpan harapan jurnalis tersebut dapat ditemukan.
Pernyataan itu disampaikan perwakilan keluarga, Diki, dalam acara Doa Bersama dan Solidaritas untuk 5 Jurnalis di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin, 21 September 2026.
Diki mengatakan keluarga memahami keputusan penghentian operasi SAR yang sebelumnya dilakukan untuk mencari Daus bersama empat jurnalis lainnya serta tiga awak kapal.
"Kami sesama jurnalis juga dan kebetulan keluarga juga, tentu kami sudah mengikhlaskan kepergiannya keluarga kami ini," tutur Diki.
Meski demikian, keluarga Firdaus Wajidi masih berharap ada perkembangan yang memungkinkan Daus ditemukan dalam kondisi sehat.
Diki juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan organisasi pers yang sejak awal ikut membantu proses pencarian rombongan KM Arupadatu I.
"Sekali lagi terima kasih untuk semuanya. Mohon dimaafkan jika ada kekurangan atau kesalahan dari keluarga kami," terangnya.
Operasi SAR Arupadatu I sendiri telah dihentikan setelah tim gabungan melakukan pencarian selama 10 hari di kawasan Selat Sunda. Penutupan operasi diumumkan Gubernur Banten Andra Soni pada Kamis, 17 September 2026, di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang.
Selama pencarian, tim SAR gabungan belum menemukan tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya. Penyisiran dilakukan melalui sejumlah sektor di wilayah laut, darat, dan udara.
Andra Soni mengatakan keputusan penghentian operasi diambil setelah evaluasi terhadap efektivitas pencarian.
Baca Juga: 8 Orang Hilang di Selat Sunda, 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Dicari Usai Liputan Gunung Anak Krakatau