“Sekitar 6 hektare digunakan untuk bangunan dan fasilitas rumah sakit, sedangkan 14 hektare lainnya masih berupa kawasan berhutan,” terang Yuddy.
Area berhutan tersebut ikut terdampak kebakaran. Titik api disebut tersebar di sejumlah bagian dengan salah satu area terdampak cukup luas mencapai sekitar dua hektare.
“Dari 14 hektare itu hampir semua terdampak, cuma titik apinya saja yang tersebar. Untuk area yang agak besar kemarin mungkin sekitar dua hektare,” tuturnya.
Kondisi tanah gambut di kawasan tersebut turut menjadi perhatian karena kebakaran dapat meninggalkan bara dan asap setelah api di permukaan berhasil dipadamkan. Pembersihan area kemudian dilakukan untuk mengurangi kemungkinan munculnya kembali titik api.
Penanganan karhutla Kalsel di sekitar RSJ Sambang Lihum melibatkan tim gabungan. Selain pemadaman, petugas melakukan pembersihan lahan atau clean clearing di sekitar fasilitas rumah sakit.
Posko penanganan juga mulai didirikan pada Rabu, 23 September 2026. Langkah tersebut dilakukan setelah 167 pasien dipindahkan dari area yang terdampak.
“Kita mulai posko di sini. Kemudian besok kita clean clearing di sini, supaya jangan ada lagi asap. Kalau sudah ada api, habis itu dipadamkan, ada lagi api hari ini. Jadi terpaksa kita clean clearing supaya di sekitar ini tidak ada lagi,” ucap Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin dalam kunjungannya ke RSJ Sambang Lihum.***