PALANGKARAYA, Mediapriangan.com - Kabut asap Palangka Raya kembali menyelimuti langit Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Selasa, 29 September 2026. Setelah sempat membaik selama beberapa hari, kondisi udara kembali dikeluhkan warga karena asap terlihat semakin pekat.
Perubahan kondisi tersebut ramai dibagikan warga melalui media sosial. Sejumlah unggahan memperlihatkan langit Palangka Raya berubah kekuningan dengan jarak pandang yang disebut semakin terbatas.
Salah satu warga melalui akun Threads @nabilamulqi menggambarkan kondisi kabut asap Palangka Raya yang kembali muncul setelah sempat mereda.
“29 September 2026, Palangka Raya Kalimantan Tengah kembali ke setelan awal. Sempat adem ayem dari perasapan dunia 2 hari. Jeng jeng jeng hari ini berubah jadi sekuning ini dan pekat menusuk,” tulisnya pada Selasa, 29 September 2026.
Baca Juga: Karhutla Kalsel Dekati RSJ Sambang Lihum, 167 Pasien Dievakuasi dari Ancaman Api di Lahan Gambut
Keluhan Warga Meluas
Kabut asap Palangka Raya tidak hanya membuat langit terlihat kuning. Warga juga mengeluhkan aroma asap yang menyengat, gangguan pernapasan, hingga jarak pandang yang menurun.
Kondisi tersebut membuat sejumlah warga mengingatkan pengendara agar lebih berhati-hati ketika melintas di jalan karena pandangan disebut tidak sejelas kondisi normal.
“Hari Ini Selasa, 29 September 2026, kabut asap di Kalimantan Tengah dan sekitarnya SANGAT chaos. Makin pekat, aroma menyengat, jarak pandang minim. Semoga segera ada solusi secepatnya dari pemerintah supaya kondisi lebih cepat membaik dan sehat,” tulis akun @bak****_.
Baca Juga: Karhutla Kaltim dan Kalbar Ganggu Sekolah, Asap Picu ISPA hingga Pembelajaran Daring
Gambaran berbeda mengenai kondisi Palangka Raya juga muncul dalam unggahan warga lain. Langit yang dipenuhi asap bahkan disamakan dengan suasana film lawas.
“Hari ini kota cantik Palangka Raya vibesnya kayak nonton film tahun 70an. Ga berwarna, hitam-putih, kuning, dan kelabu,” tulis akun @hj.****y.
Selain kabut asap Palangka Raya, unggahan warga juga menyebut adanya gangguan listrik di sejumlah wilayah yang turut dirasakan ketika kondisi udara memburuk.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Kembali Pekat di Kalsel, Jarak Pandang Warga Menurun, Banjarmasin Perpanjang PJJ