daerah

Dugaan Bullying di SMAN 3 Kota Tasikmalaya, Polisi Dalami Tradisi Senioritas yang Berlangsung Belasan Tahun

Kamis, 1 Oktober 2026 | 12:29 WIB
Kasat Reskrim AKP Januar Rangga Fadhela menyampaikan polisi mendalami dugaan bullying di SMAN 3 Kota Tasikmalaya dan tradisi senioritas. (Dok. AMS)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Dugaan kasus bullying yang menimpa pelajar kelas 10 oleh kakak kelasnya di SMAN 3 Kota Tasikmalaya telah ditangani aparat kepolisian dan akan diselesaikan secara menyeluruh.

Hal ini disampaikan oleh Kasat Reskrim AKP Januar Rangga Fadhela saat dikonfirmasi di Mako Polres Tasikmalaya Kota, saat melaksanakan ekspos beberapa kasus kriminal yang berhasil diungkapnya bertempat di Mako Polres Tasikmalaya Kota, kemarin.

Menurut Kasat Reskrim AKP Januar Rangga Fadhela, tak hanya bullying, tradisi senioritas yang melatarbelakangi kekerasan terjadi akan didalami.

Baca Juga: Sindikat Pencurian Kendaraan di Tasikmalaya Terbongkar, Polisi Amankan Tersangka dan Ratusan Knalpot Brong

Karena kata dia, bullying terjadi karena ada sistem senioritas yang terjadi secara turun-temurun yang terus terjaga selama belasan tahun.

Kasus bullying lanjut dia, kebanyakan dirasakan siswa sekolah yang baru masuk yang sering diistilahkan junior. Dimana junior atau adik kelas yang baru masuk sekolah tersebut harus menghormati kakak kelasnya.

"Ada niatan baik untuk menjaga disiplin disekolah, namun caranya salah dan berlebihan sehingga berujung pada bulying," ujar Kasat Reskrim.

Baca Juga: Tingkatkan Kesiapan dan Profesionalisme Personel, Polres Tasikmalaya Kota Gelar Ujian Bela Diri Polri Berkala

Untuk dugaan kasus bullying yang terjadi di SMAN 3 Kota Tasikmalaya tersebut, pihaknya kini telah mendalami dimana kasus bullying tersebut telah masuk laporan, bahkan sudah meminta sejumlah keterangan dari saksi yang dihadirkan.

Setelah didalami, ujar Kasat, dalam kasus tersebut ditemukan bahwa kasus bullying ini dilatarbelakangi ada tradisi senioritas, dimana siswa baru harus menghormati kakak kelasnya.

"Terkait kasus ini akan diselesaikan dengan mempertimbangkan para pelaku dan korban adalah anak-anak, sehingga pendekatanya pun berbeda dan memprioritaskan masa depan anak," ujar Kasat.

Baca Juga: Polres Tasikmalaya Kota Autopsi Jenazah Remaja IMM, Hasil Forensik Jadi Kunci Ungkap Penyebab Kematian

Namun kata dia, polisi juga mempertimbangkan tradisi senioritas yang sudah terjadi sekian lama, sehingga akan dijadikan alasan untuk dilakukan berbaikan agar tidak lagi terjadi dikemudian hari.

Halaman:

Tags

Terkini