Nurhayati juga mendorong peningkatan daya saing produk unggulan Kota Tasikmalaya melalui kolaborasi berbagai pihak.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan perlu terus ditingkatkan, termasuk perlindungan terhadap anak yang harus diperkuat.
"Selain itu, produk unggulan daerah perlu dikembangkan agar semakin dikenal serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," menjadi salah satu poin yang disorot dalam pembahasan, kata Nurhayati usai menjadi narasumber pada kegiatan tersebut.
Sementara itu, narasumber lainnya, Yanto Oce, mengatakan pihaknya siap mendorong FOSSMA agar berani menyampaikan gagasan dan rekomendasi yang dapat mendukung kemajuan Kota Tasikmalaya.
Menurutnya, berbagai persoalan sosial, termasuk kenakalan remaja dan fenomena geng motor, membutuhkan perhatian bersama.
"Keluarga, perguruan tinggi, pesantren, lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemerintah perlu memperkuat peran edukasi serta pembinaan generasi muda," ujar Yanto.
Selain itu, kata dia, FOSSMA juga diharapkan mampu mendorong literasi ekonomi, pengembangan potensi budaya, serta promosi produk lokal melalui pemanfaatan platform digital.
Baca Juga: Ari Lasso Siap Hibur Reuni SMAN 5 Kota Tasikmalaya, 12 Lagu Disiapkan untuk Alumni
Penggalian potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga dinilai penting untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik.
"FOSSMA harus mampu menghadirkan kegelisahan intelektual dalam bentuk gagasan dan rekomendasi yang bisa ditindaklanjuti. Tujuannya, mendorong Tasikmalaya menjadi kota yang lebih maju, sejahtera, dan religius," ujarnya.
Melalui Musker ke-I, lanjut Yanto, FOSSMA diharapkan menghasilkan program kerja yang realistis dan berkelanjutan.
Kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, pesantren, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi langkah penting untuk memperkuat persatuan serta mewujudkan Kota Tasikmalaya yang maju, sejahtera, dan ramah anak.***