daerah

Api Karhutla Dekati Pondok Ladang di Kutai Barat Kaltim, Relawan Kewalahan Hadapi Keterbatasan Alat dan Air

Senin, 19 Oktober 2026 | 20:43 WIB
Karhutla di Kutai Barat, Kaltim, mendekati pondok ladang warga. Relawan mengaku kewalahan karena peralatan pemadaman dan pasokan air terbatas. (Instagram/saell.nilong)

“Posisi api masih menyala, kami hanya bisa memantau saja karena sudah tidak sanggup untuk melawan api,” tulisnya dalam video tersebut.

Di tengah laporan kesulitan pemadaman di Kutai Barat, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Timur menunjukkan luasan kebakaran hutan dan lahan di provinsi itu mulai menurun pada Oktober 2026.

Plh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim, Tresna Rosano, menyampaikan bahwa luasan lahan yang terbakar pada Agustus dan September rata-rata mencapai 3.000 hingga 4.000 hektare. Sementara itu, pada Oktober, luas karhutla tercatat sekitar 1.223 hektare.

Baca Juga: Karhutla Bromo Tewaskan 4 Orang, Petugas dan Karyawan Hotel Terjebak Api saat Berusaha Memadamkan Kebakaran

“Ini sesuai dengan prediksi kita bahwa pada akhir Oktober mulai memasuki musim penghujan,” ujar Tresna saat menjadi pembicara dalam sebuah acara terkait karhutla pada Senin, 19 Oktober 2026.

Menurut Tresna, datangnya musim hujan diharapkan membantu mengurangi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Timur. Berdasarkan informasi BMKG, kondisi atmosfer dan hujan turut berperan dalam proses berkurangnya asap yang terperangkap di udara.

Meski luasan kebakaran mulai menurun, sejumlah faktor masih menghambat penanganan karhutla. Tresna menyebut angin kencang dapat mempercepat penyebaran api, sedangkan keterbatasan sumber air dan akses menuju lokasi kebakaran menyulitkan petugas menjangkau titik api.

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Meluas, Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional, Ini Alasannya

“Kondisi itu semakin menyulitkan ketika kebakaran terjadi di kawasan lahan gambut atau area yang ditumbuhi vegetasi tinggi. Petugas membutuhkan upaya ekstra untuk mencapai titik api dan memastikan kebakaran benar-benar padam,” tukasnya.

Tresna menyebut Kabupaten Paser masih menjadi salah satu wilayah dengan kejadian karhutla tertinggi di Kalimantan Timur.

Selain Paser, kebakaran juga dilaporkan terjadi di Penajam Paser Utara, termasuk kawasan Ibu Kota Nusantara, Kutai Barat, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan Samarinda.***

Halaman:

Tags

Terkini