daerah

Dari Jurnalis ke Golkar, Imam Mudofar Jadi Sekretaris DPD

Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:50 WIB
Imam Mudofar, S.Hum., atau akrab disapa Dofar, dipercaya menjabat Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya, mendampingi Moch. Arief Arseha yang terpilih sebagai ketua dalam Musda XI pada 19 September 2026. (Dok. DFK)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Pengalaman panjang di dunia jurnalistik dan organisasi mengantarkan Imam Mudofar, S.Hum., ke babak baru perjalanan kariernya. Pria yang akrab disapa Dofar itu kini dipercaya menjabat Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya, mendampingi Moch. Arief Arseha yang terpilih sebagai ketua dalam Musda XI pada 19 September 2026.

Kemunculan nama Dofar dalam struktur kepengurusan partai berlambang pohon beringin tersebut menarik perhatian sejumlah kalangan politik di Kabupaten Tasikmalaya. Pasalnya, sebelum masuk lebih jauh ke politik praktis, Dofar lebih dikenal melalui kiprahnya sebagai aktivis dan jurnalis.

Perjalanan Dofar di dunia organisasi dimulai sejak masa kuliah. Ia dikenal aktif menyuarakan aspirasi masyarakat dan menaruh perhatian terhadap berbagai persoalan sosial.

 Baca Juga: Arief Arseha Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Kabupaten Tasikmalaya

Ketertarikan itu kemudian membawanya menekuni profesi jurnalistik, dengan mengawali karier di Radar Tasikmalaya, bagian dari Jawa Pos Group, sebelum bergabung dengan Kabar Priangan Online, media dalam grup Pikiran Rakyat.

Pengalaman di dunia pers memberinya ruang untuk mengasah daya kritis, memperkuat analisis, serta memahami persoalan masyarakat secara langsung.

Melalui pemberitaan, ia berupaya menyampaikan aspirasi warga dan mengangkat persoalan yang membutuhkan perhatian publik.

Keterlibatannya dalam organisasi kepemudaan dan keagamaan, termasuk Gerakan Pemuda Ansor dan Banser, turut mewarnai perjalanan sosialnya. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bekal ketika ia memutuskan terjun ke politik praktis.

 Baca Juga: Nurul Awalin Jadi Calon Tunggal, Terpilih Aklamasi Pimpin Partai Golkar Kota Tasikmalaya 2026-2031

Bagi Dofar, jurnalistik dan politik memiliki jalur berbeda, tetapi dapat bertemu pada tujuan yang sama, yakni memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Jika jurnalistik berperan menyampaikan informasi dan mengawasi jalannya kekuasaan, politik membuka ruang untuk memperjuangkan aspirasi melalui proses pengambilan kebijakan.

Melalui Partai Golkar, Dofar mulai menapaki proses politik sekaligus mendalami nilai-nilai kekaryaan yang menjadi identitas partai.

Perjalanannya tidak selalu mulus. Pada Pemilu Legislatif 2024, ia belum berhasil meraih kursi DPRD Kabupaten Tasikmalaya melalui daerah pemilihan (dapil) 6.

 Baca Juga: Bahlil Ajak Kader Golkar Kawal Prabowo, Klaim Partai Berperan di Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,12 Persen

Halaman:

Tags

Terkini