Mediapriangan.com - Sebentar lagi Ramadan 1444 Hijriah tiba. Di pasar tradisional Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, harga beberapa komoditas kebutuhan warga, mulai merangkak naik.
Kenaikan dipicu salah satunya karena tingginya permintaan masyarakat, di tengah ketersediaan stok barang di pasar mulai lesu.
Seperti daging ayam. Dari semula Rp30 ribu per kilogram, kini dijual dengan harga Rp34 ribu.
Tidak hanya daging ayam, harga telur ayam pun naik dengan rata-rata kenaikan hingga Rp4 ribu.
Beberapa pekan lalu harga telur hanya Rp26 ribu per kilogram, kini tembus di angka Rp30.
Salah seorang pedagang daging ayam, Yudi memastikan, jika harga naik setiap menjelang Ramadan.
Baca Juga: Manfaat Mentimun untuk Menurunkan Hipertensi, Cek Apakah Benar?
"Saya jual sekarang untuk satu kilogram daging ayam ini Rp34 ribu. Beberapa hari lalu hanya di kisaran Rp30-32 ribu," tutur Yudi, Selasa, 21 Maret 2023.
Untuk jeroan ayam, lanjut dia, seperti ati burih maupun ampela, juga naik. Dari semula Rp20 ribu per kilogram, kini rata-rata para pedagang menjualnya Rp24 ribu per kilogram.
"Pokoknya semua harga naik. Termasuk tulang paha (tulang pentul) dan sayap juga naik hingga Rp20 ribu per kilogramnya ," ujarnya.
Dia menyebut, untuk tulang pentul peminatnya tidak pernah sepi. Namun kini karena pasokan ayamnya berkurang, maka stok tulang otomatis kurang.
"Alhasil harganya jadi naik, sehingga ada pengaruh terhadap jumlah penjualan secara keseluruhan," ucap dia.***