Mediapriangan.com - Gerakan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, direspon cepat Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya dengan melakukan imunisasi polio serentak di seluruh wilayah kecamatan.
Imunisasi polio yang dimulai pada Senin, 3 April 2023 hingga 15 April 2023 nanti, menyasar anak usia 0-59 bulan atau balita dengan target imunisasi sebanyak 124.750 balita, yang tersebar di 39 Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya.
Gerakan imunisasi ini menyusul ditemukannya KLB satu anak cacat polio di Kecamatan Manis, Kabupaten Purwakarta, beberapa waktu lalu.
Namun setelah dilakukan surveilans, ternyata ditemukan dari 30 anak, ada 7 anak di antaranya positif polio.
"Kita mulai hari ini. Sub PIN polio kita laksanakan serentak di berbagai fasilitas kesehatan termasuk posyandu di 39 Kecamatan dengan target sasaran imunisasi sebanyak 124.750 balita usia 0 sampai 59 bulan," kata Sekretaris Dinas Kesehatan dr Aa Ahmad Nurdin.
"Di hari pertama ini, masyarakat terbaca sangat luar biasa. Mereka sudah berkumpul di tempat-tempat imunisasi yang telah ditentukan, sejak pagi," tutur Aa Ahmad.
Baca Juga: Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto Serahkan SK Kenaikan Pangkat PNS dan Purna Bakti
Dia menyebutkan, imunisasi polio sudah rutin dilakukan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Namun karena ada KLB kasus cacat polio di Kabupaten Purwakarta, maka imunisasi lebih gencarkan.
"Sejauh ini untuk di Kabupaten Tasikmalaya, belum ditemukan ada kasus balita positif polio. Tetapi untuk menjaga agar balita tetap bebas dari polio, maka gerakan imunisasi polio ini sekaligus sebagai upaya antisipasi, harus terus digalakkan," tutur Aa Ahmad.
Dia menambahkan, di tahap pertama ini, setiap balita yang mendapat imunisasi, akan kembali mendapat sub pin tahap dua satu bulan kemudian.
“Setelah satu pekan ini, nanti akan ada lagi imunisasi polio tahap kedua,” ucap Aa.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, dr Heru Suharto mengemukakan, Pin Polio adalah Pekan imunisasi Nasional dengan pemberian imunisasi tambahan polio kepada kelompok sasaran imunisasi, tanpa memandang status epidemiologi.