Adapun total personel gabungan yang diterjunkan dia menjelaskan ada sekitar 4.500 petugas.
Baca Juga: Malam Lailatul Qadar: Doa dan 5 Amalan Terbaik untuk Meraih Kebahagiaan dan Ampunan
"Posko ini juga, akan mencatat kendaraan yang melintas atau cacah lalin (lalu lintas). Tujuannya sebagai langkah antisipasi jika diperlukan rekayasa lalin," ucap dia.
Poskotis terang Koswara, akan menginformasikan ke petugas di titik-titik yang bakal terjadi kemacetan agar segera dilakukan rekayasa lalin.
Dia menambahkan, pembatasan angkutan barang akan mulai berlaku pada 18 -21 April, saat arus mudik dan arus balik mulai tanggal 24-26 April.
Baca Juga: Malam Lailatul Qadar: Tanggal-tanggal Kemungkinan Terjadinya di Bulan Ramadhan 1444 H tahun 2023
Menurutnya, ada lima ruas jalan di Jabar yang akan diberlakukan pembatasan angkutan barang. Yaitu Cimahi tujuan Subang yang melintasi Kol. Masturi dan Lembang, kemudian Bandung tujuan Subang melintasi Lembang serta batas Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut lintas Kadungora - Tasikmalaya.
Dua ruas jalan lainnya, yakni Simpang Cibadak hingga Palabuhanratu dan jalur Majalengka, Kuningan dan Sumber (Kabupaten Cirebon).
Sementara itu, Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pembangunan Jalan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Iwan Suwanagiri mengatakan, jalan provinsi yang akan digunakan untuk pemudik, kondisinya sudah siap untuk dilalui.
"Hasil identifikasi ada 114 ruas jalur utama dan 24 jalur alternatif mudik Lebaran yang bakal digunakan, kondisinya siap dengan kemantapan jalan 83 persen," kata Iwan.
Dia menegaskan, pada 2023 ada 69 paket konstruksi jalan di 71 ruas jalan provinsi berupa perbaikan berkala atau pelapisan ulang.
Dari perbaikan itu sebanyak 24 paket selesai 100 persen dengan panjang 50 KM, sisanya 45 paket sudah dikerjakan untuk kegiatan penutupan lubang jalan.
Baca Juga: Resmikan Hunian Milenial di Depok, Presiden Joko Widodo: Kalau Beli Bonusnya Kereta Api
"Sisanya itu akan diselesaikan setelah Lebaran hingga maksimal bulan Juli," ucap Iwan.***