Narasumber dari Diskominfo Jabar, Ira Rahmayanti, menjelaskan perkembangan implementasi Satu Data di Jawa Barat.
Ia menyebutkan bahwa wilayah Priangan Timur masih tertinggal dalam penyelenggaraan satu data dari tahun 2019 hingga 2022 dibandingkan dengan wilayah lain di Jawa Barat.
Namun, Kabupaten/Kota di wilayah Priangan Timur telah berbenah dan berinovasi dalam mengembangkan sistem informasi Platform Portal Satu Data di masing-masing Kab/Kota.
Portal Satu Data/Open Data dari Kab/Kota wilayah Priangan Timur telah relatif baik dan informatif, tetapi perlu percepatan untuk mengejar Kab/Kota lain di Jawa Barat.
Hal yang sama juga berlaku untuk Kabupaten Ciamis. Menurut pandangan Ira Rahmayanti, Kabupaten Ciamis telah berkembang dengan pesat dalam mengembangkan Platform Portal Sadata, termasuk aplikasi Hello Ciamis yang sangat informatif dan menarik.
Baca Juga: 42 Kelompok Tani Menandatangani SPK Untuk Pembangunan Prasarana Pertanian di Kabupaten Ciamis
Ia berharap agar pengelolaan data statistik sektoral di Kabupaten Ciamis terus meningkat dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pembentukan rencana pembangunan dan kebijakan.
Ira Rahmayanti juga menjelaskan bahwa Indeks Pembangunan Statistik (IPS) direncanakan akan menjadi salah satu komponen penghitungan indeks reformasi birokrasi (IRB).
Oleh sebab itu, pemerintah daerah perlu segera menyusun strategi agar kualitas penyelenggaraan urusan statistik sektoral di pemerintah daerah masing-masing semakin baik.
Kepala Bidang Pengelolaan Statistik dan Data Elektronik, Asep Syahban turut memberikan paparan dan demo penggunaan aplikasi Ciamis Sadata.
Aplikasi portal data terbuka tersebut dapat menampilkan peta sebaran dan memuat banyak data dalam berbagai format seperti, infografik, videografik, buku, dan tabulasi.
Beliau mengatakan bahwa aplikasi ini akan terus dikembangkan agar lebih mudah digunakan dan disukai masyarakat.***