Sementara itu, Ketua Kafilah MQK KH. Nonop Hanapi dalam laporannya berharap bahwa kegiatan MQK tersebut akan menambah spirit untuk membawa Kabupaten Ciamis.
Ia juga menginformasikan peserta yang tahap seleksi berjumlah total 48 peserta, namun yang diberangkatkan pada kesempatan ini hanya 30 peserta.
Sementara sisanya akan menyusul dengan alasan karena adanya ketentuan dari Pemprov sehingga keberangkatannya akan disesuaikan dengan jadwal keberangkatan dari Pemrov Jabar.
Pada kesempatan tersebut, KH. Nonop juga mengucapkan rasa syukur karena telah disediakan bus dari Pemda untuk keberangkatan para peserta dan pendamping.
“Saya ucapkan terimakasih kepada Pemda Kabupaten Ciamis yang telah mendukung baik dari sarpras dan lain sebagainya, semoga Ciamis semakin manis," katanya.
Tidak lupa juga kepada para peseta MQK, selamat mengikuti perlombaan MQK, kalian semua adalah santri Jawa Barat, buktikan bahwa kalian kelak akan mampu meraih prestasi di kancah nasional maupun internasional.
Ya, intinya jangan takut kalah, jangan takut jatuh, gagal itu bukan kita yang gagal namun permainannya, sehingga jangan mudah menyerah apapun hasilnya nanti.
“Jaga nama baik Kabupaten Ciamis, MQK ini adalah tahapan dari bagian evaluasi tingkat belajar mengajar yang ada di pesantren lingkup Kabupaten Ciamis”, imbuhnya.
Ditambahkan Pimpinan Kafilah MQK KH. Fadlil Yani Ainusyamsi mengatakan bahwa MQK ini adalah merupakan kekuatan khas dari Kabupaten Ciamis sebagai ikon kota santri.
“Terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis atas penerimaan kami disini dengan segala kebahagiaan dan dukungan. Semoga ini semua akan membawa cahaya optimisme untuk santri-santri Kabupaten Ciamis”, pungkasnya.***