"Untuk bertahan hidup selama dalam persembunyian, korban bekerja di warung-warung kawasan kebun durian dengan upah harian," ujar Ari.
Disebutkan, untuk mengembalikan traumatik korban, sudah dilakukan trauma healing dan pengecekan kesehatan berkala selama lima hari, sebelum akhirnya dipertemukan dengan pihak keluarganya.
Sementara itu Lusi mengaku kabur dari penampungan, karena tidak kuat merasakan penderitaan cukup berat dari pelaku.
"Saya kabur dan terlunta-lunta di kebun. Saya seperti orang orang gila saja karena cuma bawa baju satu yang dipake. Untung ada orang baik yang mau ngasih saya makan, serta dikerjakan selama dua minggu. Selanjutnya saya kerja pindah-pindah," tutur Lusi.
Di hadapan para awak media, Lusi mengaku senang bisa kembali ke tanah air dan kumpul dengan keluarga.
"Terimakasih banyak kepada pak Kapolres saya bisa kembali lagi ke Tasikmalaya dengan selamat," ucap Lusi.***